Tentang artikel Pembaharuan Karismatik Katolik

 

Ini tulisan saya menanggapi maraknya pertanyaan dan artikel seputar Pambaharuan Karismatik Katolik di sebuah Mailing List yang saya ikuti.

 

 

Dear all,

 

Terimakasih untuk sharing artikel tentang karismatik Katolik yang saya terima di milist ini beberapa hari yang lalu.

 

Seperti yang saya pernah utarakan di milist ini, ada banyak sekali artikel/ tulisan-tulisan tentang Pembaharuan Karismatik Katolik di internet, baik yang mencela ataupun yang memuji.

 

Hal yang sama juga berlaku untuk para imam. Ada ratusan atau bahkan ribuan tulisan di internet yang mencela para imam Katolik. Lalu apakah ini berarti sakramen Imamat adalah sesat? Kalau saya baca tulisan-tulisan yang berasal dari pengalaman-pengalaman pribadi orang, ada banyak yang percaya (bahkan mewartakan ke segala penjuru dunia) bahwa Sakramen Imamat dan bahkan semua imam Katolik adalah sesat.

 

Tapi sebagai umat Katolik yang setiap hari dipanggil untuk belajar mencintai Yesus dan GerejaNya, saya selalu punya pilihan untuk men”sortir” tulisan-tulisan mana yang cuma pendapat subyektif, dan tulisan-tulisan mana yang adalah resmi pandangan Gereja Katolik.

 

Tulisan-tulisan pribadi seringkali berangkat dari sepenggal pengalaman pribadinya saja, yang dibagikan kepada sesama sehingga orang lain bertambah wawasannya. Tidak jarang tulisan ini berakar dari pengalaman pahit bersama obyek tulisannya – misalnya imam Katolik, atau Pembaharuan Karismatik Katolik. Atau bisa juga budaya hidupnya selama ini kurang selaras dengan gaya yang ditampilkan oleh obyek tulisannya – sehingga berdasarkan pengalaman pribadinya, atau berdasarkan pengertian pribadinya tentang ajaran Katolik, obyek tulisannya itu sesat.

 

Mengerti akan kelemahan dan sempitnya wawasan saya, maka saya memilih untuk tidak terlalu cepat membuat kesimpulan akan fenomena yang terjadi di Gereja.

 

Bagaimana saya bisa membuat kesimpulan tentang Pembaharuan Karismatik Katolik berdasarkan beberapa kejadian/informasi yang saya alami/terima dalam beberapa tahun saja, sementara Pembaharuan Karismatik Katolik telah dikembangkan sejak akhir1960-an dan saat ini melibatkan sekitar 120juta umat Katolik dan 148ribu Persekutuan Doa di seluruh dunia? (data diambil dari http://www.iccrs.org/CCR%20worldwide.htm)

 

Bukankah pengalaman pribadi saya terlalu sempit untuk dijadikan dasar kesimpulan umum akan gerakan ini?

 

Saya kira kalau kita mau berargumen yang baik demi membangun Gereja, kita harus mengambil data/informasi dari sumber-sumber yang credible dan trustworthy.

 

Waktu fenomena “karismatik Katolik” yang dipercaya pertama kali terjadi di Duquesne University, Vatikan tidak langsung menerima kejadian ini sebagai karya Roh Kudus. Bertahun-tahun diadakan penyelidikan dan pengkajian akan praktek dan buah-buah dari fenomena ini, yang menyangkut aspek teologis, pastoral, dsb. Leon Joseph Cardinal Suenens yang ditugaskan untuk memimpin proses ini akhirnya menuangkan hasil penyelidikannya ke dalam 6 dokumen yang dikenal dengan nama The Malines Documents. Pada waktu itu, Fr.Joseph Ratzinger (sekarang Pope Benedict XVI) menjadi salah satu Theological Consultants dalam menyusun dokumen yang pertama, yaitu Theological and Pastoral Orientations on The Catholic Charismatic Renewal.

 

Hari ini, International Catholic Charismatic Renewal Services (ICCRS) adalah badan resmi pelayanan pembaharuan karismatik Katolik internasional yang berkedudukan di Roma. Setelah melewati penyelidikan bertahun-tahun akan fenomena gerakan ini di berbagai belahan dunia, Misi dan Statuta dari badan inipun diakui oleh Vatikan.

 

Hari ini, saya memilih untuk percaya pada data dan informasi yang credible dan trustworthy, yaitu data dan informasi yang disediakan secara resmi oleh Gereja Katolik. Saya berterimakasih untuk tulisan-tulisan pribadi yang menambah wawasan saya, tapi saya memuji Tuhan untuk tulisan-tulisan resmi Gereja Katolik yang memperkaya iman saya.

 

Hari ini, saya mengundang kita semua, untuk memilih sumber tulisan yang dapat dipercaya karena didukung resmi oleh Gereja. Jangan biarkan diri kita diombang-ambingkan oleh pendapat-pendapat pribadi orang, tapi mari kita memantapkan iman dan pandangan hidup kita, sesuai dengan apa yang Tuhan ungkapkan lewat GerejaNya.

 

 

in HIS love,

riko.

 

This year marks the 20th anniversary of the Charismatic Renewal in the Catholic Church. The vigour and fruitfulness of the Renewal certainly attest to the powerful presence of the Holy Spirit at work in the Church in these years after the Second Vatican Council. Of course, the Spirit has guided the Church in every age, producing a great variety of gifts among the faithful. Because of the Spirit, the church preserves a continual youthful vitality, and the Charismatic Renewal is an eloquent manifestation of this vitality today, a bold statement of what “the Spirit is saying to the churches” (Rev. 2:7) as we approach the close of the second millennium.

 

(Address of Pope John Paul II at the Sixth International Leaders’ conference, Rome, 15 May 1987)

Advertisements

~ by riko ariefano on May 15, 2008.

6 Responses to “Tentang artikel Pembaharuan Karismatik Katolik”

  1. Back to the Bible ajah…
    He..he..

  2. Ya saya setuju. Dengan kita kembali ke Bible, kita akan menemukan bahwa Gereja awal sungguh-sungguh karismatik. Tentunya pengertian Bible seperti yang diajarkan Gereja ya, bukan interpretasi pribadi yang kadang saling menjatuhkan kelompok lain dalam Tubuh Kristus…

    Repotnya banyak orang yang cuma mendengar atau mengalami sedikit, tapi langsung menjadi komentator-komentator yang lebih hebat daripada pandangan resmi Gereja.

    Semoga kita senantiasa terbuka pada Roh Kasih dan Kerendahan Hati sehingga terus mau belajar bersatu membangun Gereja.

  3. Yah memang..
    Di dalam Ruang Maha Kudus…itu cuma ada kita sama TUHAN, dan itu mungkin jauh lebih sepi dibandingkan dengan di Ruang Kudus dan di Pelataran bait suci, dimana mereka sibuk melakukan sesuatu…inilah..itulah..komentar inilah….komentar itulah…
    Yah…let’s fix our eyes to the core….JESUS

  4. Bagi saya pengalaman adalah suatu dasar iman yang sangat penting. Sejak dari jaman para rasul iman tumbuh dalam pemgalaman hidup “bersama” Tuhan Yesus. Seharusnya pengalaman itu yang akan menjawab keraguan, perdebatan dsb. Mungkin iman kekatolikan kita banyak dipenuhi dengan teori saja sehingga kita kurang bisa memahami sesuatu yang sifatnya “adikodrati”.
    GBU

  5. keepn’ our eyes in Jesus.. 😉

  6. Ketik ABCDE … Aih Boo..Cape Deeh.. Euy…

    Pada akhirnya pengalaman pribadi bersama Nya tidak bisa digantikan dengan apapun kata orang. Roh Kudus adalah Roh pembaharu, jadi bisa memperbaharui siapapun dengan caraNya. Biasanya sih dimana-mana komentator memang cuma jago komentar tapi gak pernah jadi pemain bola yang baik. Yang penting terus berkarya bagi Dia dengan tetap peduli dengan berbagai isu lokal. AMDG-RA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: