<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>N e w    S p r i n g t i m e</title>
	<atom:link href="http://newspringtime.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://newspringtime.wordpress.com</link>
	<description>a new missionary age will arise, a new springtime for the Church (john paul II)</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Nov 2009 12:31:36 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='newspringtime.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/0cf731812963f8e4adea1dd04e03f9d0?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>N e w    S p r i n g t i m e</title>
		<link>http://newspringtime.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Love Always Wins</title>
		<link>http://newspringtime.wordpress.com/2009/11/29/love-always-wins/</link>
		<comments>http://newspringtime.wordpress.com/2009/11/29/love-always-wins/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 12:31:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riko ariefano</dc:creator>
				<category><![CDATA[By Riko]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[harapan]]></category>
		<category><![CDATA[kekudusan]]></category>
		<category><![CDATA[love]]></category>
		<category><![CDATA[menang]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan]]></category>
		<category><![CDATA[proses]]></category>
		<category><![CDATA[wins]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://newspringtime.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu, di Korea baru saja dilakukan cloning anjing bernama Marine. Marine adalah seekor anjing Labrador Retriever asal Jepang yang telah dilatih untuk mengenali bau sel-sel kanker dalam tubuh. Setelah melewati proses pelatihan beberapa waktu lamanya, Marine tumbuh menjadi seekor anjing yang sangat handal dalam mengenali sel-sel kanker, sehingga banyak menolong para dokter [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=newspringtime.wordpress.com&blog=3368454&post=87&subd=newspringtime&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://newspringtime.files.wordpress.com/2009/11/clay1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-88" title="clay1" src="http://newspringtime.files.wordpress.com/2009/11/clay1.jpg?w=497&#038;h=324" alt="" width="497" height="324" /></a>Beberapa waktu yang lalu, di Korea baru saja dilakukan cloning anjing bernama Marine. Marine adalah seekor anjing Labrador Retriever asal Jepang yang telah dilatih untuk mengenali bau sel-sel kanker dalam tubuh. Setelah melewati proses pelatihan beberapa waktu lamanya, Marine tumbuh menjadi seekor anjing yang sangat handal dalam mengenali sel-sel kanker, sehingga banyak menolong para dokter di rumah sakit di Jepang.</p>
<p>Untuk mendapatkan anjing dengan kualitas pengendusan (Bener gak sih bahasanya? Pengendusan?) yang sehebat Marine, para ilmuwan melakukan cloning terhadap Marine. Proses ini dilakukan di Korea dan para ilmuwan berhasil mendapatkan 4 ekor anjing kecil berwarna hitam hasil cloning-an Marine.</p>
<p>Rencananya 2 ekor akan dipakai oleh para dokter yang melatih Marine, dan 2 ekor lagi akan dijual karena sudah ada yang menawar hendak membeli mereka.</p>
<p>Can you guess how much the puppies are sold?  4.5 Miliar Rupiah!</p>
<p>Yup, 4.5 miliar rupiah untuk seekor anjing yang memiliki kualitas Marine, yang masih harus dilatih supaya bisa mengenali sel-sel kanker lewat endusannya.</p>
<p>Gimana ya kalau ternyata setelah dilatih 2 tahun, tetap saja masih lemot seperti Mindy anjing saya? Setiap sore ada bunyi mobil lewat, Mindy langsung loncat-loncat ke arah pintu rumah mau menyambut Lia istri saya, lalu kemudian dia berjalan balik dengan kepala dan buntut pendek yang tertunduk setelah sadar bahwa dia ternyata salah! @#&amp;%ggrrwwlll…!</p>
<p>Friends, di Roma 8:29 Paulus bilang begini “Sebab semua orang yang dipilihNya dari semula, mereka juga ditentukanNya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran AnakNya, supaya Ia, AnakNya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”</p>
<p>Masing-masing kita dari awal sudah ditentukan untuk menjadi serupa dengan Yesus. We were created and called to be like Jesus. Waktu Tuhan menciptakan kita, kita sudah diberkati, dikuduskan, dan diperlengkapi dengan rahmat yang memampukan kita untuk menjadi seperti Yesus.</p>
<p>In a way, we are cloned to be like Jesus because we were created in the image of God too!</p>
<p>Dan harganya… Can you guess? The Life of Christ!</p>
<p>Yup, hidup Yesus sendiri dikorbankan supaya kita menjadi anak-anak Allah yang memiliki kualitas Yesus. Padahal ini juga ngga otomatis. Kita masih harus dilatih untuk bertumbuh dalam buah-buah Roh Kudus supaya bener-bener menyerupai Kristus.</p>
<p>Gimana ya kalau ternyata setelah dilatih 2 tahun, kita tetap saja masih suka salah seperti Mindy?</p>
<p>Friends, sekali lagi Paulus punya kabar baik buat kita semua. Di Roma 8:38-39 di bilang begini “Sebab aku yakin, bahwa baik maut maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas maupun yang di bawah, ataupun sesuatu mahluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus yesus, Tuhan kita”</p>
<p>Tuhan ngga pernah give up atas diri kita, walaupun kelakuan dan dosa-dosa kita begitu banyaknya. Dia ngga pernah putus harapan atas kelemahan dan kegagalan kita. Bahkan waktu kita masih berdosa-pun Dia sudah mati buat kita. Artinya, ngga ada satupun yang bisa memisahkan kita dari kasih Allah. Ngga juga kelemahan kita, dan ngga juga dosa-dosa kita yang kita perbuat berulang kali.</p>
<p>Kita mungkin letih, lelah, dan putus harapan atas segala perkataan dan perbuatan dosa yang kita lakukan. Tapi Tuhan tidak pernah putus harapan atas kita semua. No, no, and never!</p>
<p>Garisbawahi yang satu ini: Sebesar apapun dosa dan kerapuhan kita, cinta dan belaskasihan Tuhan selalu jauh lebih kuat dan jauh lebih besar.</p>
<p>Pastinya ini bukan alasan buat kita untuk berbuat dosa sebanyak-banyaknya. Setiap kali kita jatuh ke dalam dosa, kalau kita bertobat sungguh-sungguh, maka cinta dan pengampunan Tuhan akan menghapus dosa-dosa kita dan menjadikan kita baru lagi. Sebagai orang Katolik, saya percaya dan mengalami sendiri bahwa Sakramen Pertobatan selalu memberikan rahmat kekuatan yang baru untuk berdiri dan berjalan lagi bersama Tuhan. Kalau kita sungguh-sungguh bertobat dengan hati yang tulus dan penuh cinta, maka sakramen ini pasti memampukan kita untuk hidup lebih baik lagi. Artinya hidup kita akan lebih baik daripada sebelumnya. Ini bukan berarti kita berubah langsung jadi Mother Teresa atau Santo Fransiskus, tapi setidaknya kita berubah sedikit demi sedikit jadi lebih baik. (Buat saya, rasanya setiap kali ngaku dosa, saya lebih baik 0.0000001% lah kira-kira… But always better, and always closer to God!)</p>
<p>Saya ngga tau gimana kalau anak-anak anjing hasil cloningnya Marine ternyata gagal total dalam mengendus bau sel-sel kanker. Padahal udah bayar 4.5 milyar rupiah.</p>
<p>Tapi saya tau pasti gimana kalau “hasil cloningnya Yesus” (That’s me and you!) ternyata berulangkali gagal dalam menyerupai kualitas Yesus. What will He do? Dia akan terus berusaha memenuhi hidupmu dengan kasihNya, sampai hidupmu berubah menjadi lebih indah, lebih damai, lebih sukacita – because He will never ever give up on you!</p>
<p>You are more precious than 4.5billion-rupiah-puppies. Your value is the life of Jesus Himself.</p>
<p>Trust Him.</p>
<p>Trust His Love.</p>
<p>Karena pada akhirnya, His love always wins.</p>
<p>&nbsp;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/newspringtime.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/newspringtime.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/newspringtime.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/newspringtime.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/newspringtime.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/newspringtime.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/newspringtime.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/newspringtime.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/newspringtime.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/newspringtime.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=newspringtime.wordpress.com&blog=3368454&post=87&subd=newspringtime&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://newspringtime.wordpress.com/2009/11/29/love-always-wins/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9eb76c6dc47d2f3f289a6cc9fd332fb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vitaapostolica</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://newspringtime.files.wordpress.com/2009/11/clay1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">clay1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fatherhood: An urgent Call!</title>
		<link>http://newspringtime.wordpress.com/2009/11/27/fatherhood-an-urgent-call/</link>
		<comments>http://newspringtime.wordpress.com/2009/11/27/fatherhood-an-urgent-call/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 17:08:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riko ariefano</dc:creator>
				<category><![CDATA[By Riko]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[father]]></category>
		<category><![CDATA[fatherhood]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[bapak]]></category>
		<category><![CDATA[man]]></category>
		<category><![CDATA[men]]></category>
		<category><![CDATA[cowok]]></category>
		<category><![CDATA[laki-laki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://newspringtime.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[William Raspberry, seorang jurnalis kulit hitam di Amerika yg pernah mendapatkan Pulitzer Prize, berkata demikian&#8230; 
(saya terjemahkan secara bebas)
 
Kalau saya dapat menawarkan sebuah solusi agar Amerika dapat bertahan, dan khususnya bagi orang kulit hitam di Amerika, maka solusinya adalah dengan memulihkan keluarga-keluarga yang ada saat ini. Kalau anda bertanya bagaimana caranya, maka jawabannya &#8211; dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=newspringtime.wordpress.com&blog=3368454&post=41&subd=newspringtime&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><a href="http://newspringtime.files.wordpress.com/2009/11/fathers-love3.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-85" title="Fathers Love3" src="http://newspringtime.files.wordpress.com/2009/11/fathers-love3.jpg?w=497&#038;h=331" alt="" width="497" height="331" /></a>William Raspberry, seorang jurnalis kulit hitam di Amerika yg pernah mendapatkan Pulitzer Prize, berkata demikian&#8230; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;">(saya terjemahkan secara bebas)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;">Kalau saya dapat menawarkan sebuah solusi agar Amerika dapat bertahan, dan khususnya bagi orang kulit hitam di Amerika, maka solusinya adalah dengan memulihkan keluarga-keluarga yang ada saat ini. Kalau anda bertanya bagaimana caranya, maka jawabannya &#8211; dengan mudah dan tanpa ragu-ragu &#8211; adalah: selamatkan para anak laki-laki&#8230;&#8221;</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;">Dunia modern semakin ditandai dengan ketidakhadiran figur ayah dalam keluarga. Hal ini terjadi karena memang si ibu adalah seorang <em>single parent</em>, atau si ayah kurang menghadirkan fungsi peran ayah yang semestinya &#8211; atau bahkan tidak sama sekali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;">Keadaan ini sering membuat para anak, khususnya anak laki-laki, kehilangan figur kepemimpinan yang seharusnya ia dapatkan untuk pembentukan kepribadiannya sebagai seorang pria. Apabila ia tidak mendapatkan teladan kepemimpinan yang baik, ia juga tidak dapat memimpin keluarganya secara optimal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;">Ini jadi lebih parah lagi waktu kita dihadapkan pada kenyataan bahwa sebagai pria Katolik (untuk yang akan/sudah menikah), kita dipanggil untuk memimpin keluarga kita kepada hidup yang kudus di dalam Tuhan. Seorang romo-pun dipanggil untuk menjadi <em>spiritual father</em> bagi umatnya, itu sebabnya ia dipanggil &#8220;romo&#8221;. Pengalaman seorang anak akan ayahnya sangat kuat dalam membentuk persepsi yang benar tentang Allah Bapa. Pengalaman yang kurang baik akan seorang ayah dapat merusak gambaran positif kita akan Allah Bapa yang maha kasih dan bijaksana. Gimana aku bisa percaya Allah Bapa yang tidak kelihatan, kalau bapak yang kelihatan saja tidak pernah sungguh-sungguh hadir dalam hidupku?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;">David Blankenhorn, seorang penulis Amerika, menerbitkan bukunya yang berjudul <em>Fatherless America: Confronting Our Most Urgent Social Problem. </em>Dia menuliskan bahwa akar dari banyak masalah sosial yang muncul di Amerika adalah ketidakhadiran seorang ayah dalam keluarga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;">This is a very urgent matter guys, karena keadaan serupa juga sebenarnya sedang terjadi di Indonesia, atau di Jakarta, atau mungkin juga di rumah-rumah kita. We need to get serious in dealing with this issue. Masa depan Gereja, dan masa depan bangsa, bergantung pada keluarga-keluarga di dalamnya, yaitu keluarga saya, dan keluarga anda. Dan setiap keluarga akan sangat diwarnai oleh siapa yang memimpin keluarga-keluarga ini sekarang: Pria Katolik – seperti ayah saya dan ayah anda, &#8211; dan juga mungkin Pria Katolik – <em>seperti saya, dan seperti anda</em>!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;">What do you think?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;">We need to learn to become a better man everyday &#8211; a wise man of God &#8211; a true loving and humble Catholic man, &#8211; so that we can be good fathers to our children.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:10pt;">Santo Josef, doakanlah kami!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"> </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/newspringtime.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/newspringtime.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/newspringtime.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/newspringtime.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/newspringtime.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/newspringtime.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/newspringtime.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/newspringtime.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/newspringtime.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/newspringtime.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=newspringtime.wordpress.com&blog=3368454&post=41&subd=newspringtime&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://newspringtime.wordpress.com/2009/11/27/fatherhood-an-urgent-call/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9eb76c6dc47d2f3f289a6cc9fd332fb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vitaapostolica</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://newspringtime.files.wordpress.com/2009/11/fathers-love3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Fathers Love3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perempuan Berplester</title>
		<link>http://newspringtime.wordpress.com/2009/11/27/perempuan-berplester/</link>
		<comments>http://newspringtime.wordpress.com/2009/11/27/perempuan-berplester/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 16:47:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riko ariefano</dc:creator>
				<category><![CDATA[By Others]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[anak muda]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[plester]]></category>
		<category><![CDATA[generasi]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[saudara]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus]]></category>
		<category><![CDATA[penginjilan]]></category>
		<category><![CDATA[luka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://newspringtime.wordpress.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[(Tulisan ini dibuat oleh http://fjodikin.blogspot.com/)
Beberapa hari yang lalu, di milis para penulis renungan harian wanita dan teman-temannya, saya menemukan suatu pertanyaan yang amat menarik, dilemparkan oleh salah seorang dari kami yang berprofesi sebagai psikolog.
Tergelitik dengan tingkah laku pada teenagers yang setiap hari saya temui&#8230;&#8230;. ada situasi yang ingin saya tanyakan&#8230;. silakan ditanggapi dengan cara apapun&#8230;
Kira-kira apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=newspringtime.wordpress.com&blog=3368454&post=81&subd=newspringtime&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://newspringtime.files.wordpress.com/2009/11/perempuan-plester.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-82" title="Perempuan Plester" src="http://newspringtime.files.wordpress.com/2009/11/perempuan-plester.jpg?w=482&#038;h=319" alt="" width="482" height="319" /></a>(Tulisan ini dibuat oleh <a href="http://fjodikin.blogspot.com/">http://fjodikin.blogspot.com/</a>)</p>
<p>Beberapa hari yang lalu, di milis para penulis renungan harian wanita dan teman-temannya, saya menemukan suatu pertanyaan yang amat menarik, dilemparkan oleh salah seorang dari kami yang berprofesi sebagai psikolog.</p>
<p>Tergelitik dengan tingkah laku pada teenagers yang setiap hari saya temui&#8230;&#8230;. ada situasi yang ingin saya tanyakan&#8230;. silakan ditanggapi dengan cara apapun&#8230;</p>
<p>Kira-kira apa yang akan kalian lakukan jika suatu hari melihat seorang remaja perempuan (umurnya kira-kira 14 tahun&#8230;.kamu cukup mengenalnya. &#8230;&#8230;.beberapa bulan yang lalu kamu melihatnya dipangku oleh sang pacar di tempat umum dan sejak itu kamu tidak bisa lupa wajahnya)&#8230; .suatu pagi, dilehernya tertempel sebuah plester kecil (kira-kira berukuran 1&#215;2 cm) (dulu sih waktu saya seusia itu&#8230;.teman- teman yang menggunakan plester tersebut menutupi &#8216;akibat perbuatan sang pacar&#8217; terhadap lehernya)&#8230; &#8230;</p>
<p>What will you say or do to her???</p>
<p>Inilah kenyataan yang harus dihadapi. Mau tidak mau, suka tidak suka, anak remaja sekarang memiliki keberanian yang berbeda dengan yang ditunjukkan dengan generasi sebelumnya. Walaupun bukan berarti tingkah laku generasi sebelumnya lebih baik, namun harus pula diakui bahwa kemudahan teknologi, penyebaran informasi lewat internet dan media massa lainnya juga membuat mereka menjadi matang lebih cepat. Di zaman sekarang ini, mengasuh dan mendidik anak menjadi semakin sulit. Menjadi PR alias pekerjaan rumah yang tak ada habisnya bagi para orang tua, guru, pendidik, dan keluarga. Prihatin dengan keadaan ini, teman saya melemparkan pertanyaan tersebut. Dan ditanggapi dengan macam-macam jawaban. Dan salah satu jawaban yang paling menyejukkan dan melegakan, datang dari seorang sahabat dalam Kristus, Riko Ariefano sebagai berikut:</p>
<p><em>Dengan asumsi bahwa kita mau membawa anak ini kepada Tuhan dan Gereja, maka ada beberapa hal yang mungkin jadi reaksi saya pribadi. Secara umum ini adalah dasar-dasar pendekatan buat generasi ini, yang diwakili oleh remaja perempuan 14 tahun berplester di leher&#8230;</em></p>
<p><em><strong>1. Tidak menghakimi.</strong><br />
Generasi ini sudah terlalu sering mendapat cap &#8220;bobrok&#8221;, &#8220;tidak bermoral&#8221;, &#8220;rusak&#8221; dan sebagainya, sehingga seringkali apapun perilaku orang-orang muda, mereka langsung dipandang dari sudut negatif. Ini stigma yang menyedihkan karena buah apel jatuh tidak pernah jauh dari pohonnya. Dengan kata lain, orang muda sering dinilai gagal padahal mereka adalah korban kegagalan generasi sebelumnya &#8211; tanpa mengurangi segala hormat pada generasi senior. Plester di leher bisa saja bekas digigit serangga, plester di leher bisa saja bekas bisul yang mau ditutupi, walaupun plester di leher bisa juga akibat perbuatan pacarnya. Tapi yang terpenting adalah, sikap hati kita jangan terlalu cepat melemparkan &#8220;judgement&#8221; sehingga belum apa-apa, sikap ini justru sudah menjadi halangan terbesar bagi kita untuk merangkul orang-orang muda dengan kasih Tuhan.</em></p>
<p><em><strong>2. Menjadi sahabat dan saudara.</strong><br />
Pemberontakan &#8211; salah satu stigma yang melekat pada generasi ini, salah satunya juga berakar dari kurangnya figur &#8220;authority&#8221; yang baik di mata mereka, khususnya dari keluarga mereka, misalnya kurangnya figur bapa/ayah yang penuh kehangatan kasih tapi juga sekaligus berpegang teguh pada prinsip2 kebenaran. Pendekatan authoritative seperti menegur atau mengajar seringkali justru menjadi counter-productive bagi generasi ini (Elo mau ngajarin gue? Emangnya elo siapa?). Pintu masuk yang selalu baik adalah kasih, persahabatan, dan persaudaraan &#8211; berada di tengah-tengah mereka, menangis dan tertawa bersama mereka, serta mendengar dari dekat apa yang mau diserukan oleh debar jantung mereka. Kehadiran yang jujur dan tulus selalu mendapat tempat istimewa di hati orang muda. Ini termasuk berdoa untuk mereka (atau untuk si perempuan berplester). ..</em></p>
<p><em><strong>3. Mencari akar masalah.</strong><br />
Duduk di pangkuan pacar dan plester di leher (karena pacar) adalah gejala di permukaan, padahal masalahnya selalu lebih dalam daripada itu, dan selalu berujung pada luka serta kurangnya pengalaman dicintai dan diakui. Maka sharing pengalaman hidup dengan suasana persahabatan dan persaudaraan adalah jalan menuju akar masalah yang sesungguhnya. Ini pastinya mengandaikan &#8220;trust&#8221; yang sudah terbangun dengan baik.</em></p>
<p><em><strong>4. Berbagi kasih dan kebenaran.</strong><br />
Bila sudah terbangun persahabatan dan persaudaraan yang baik, maka jangan pernah takut untuk berbagi kebenaran! Orang muda selalu haus akan kebenaran dan kebahagiaan sejati &#8211; dan hanya kasih Tuhan yang bisa memuaskan kehausan ini secara utuh. Ceritakan (bukan ngajarin) pada mereka tentang Tuhan Yesus yang hidup dan ajak mereka untuk datang ke Dia. Berbagi kasih dan kebenaran yang sejati selalu berujung pada pengalaman perjumpaan dengan pribadi Yesus. Apabila mereka, atau si perempuan berplester ini, sudah berjumpa dengan pribadi Yesus yang sungguh memesona dan memenuhi hatinya dengan cinta, maka dia akan bersedia melepaskan pangkuan pacar dan plester di leher (karena pacar), karena dia telah menemukan sesuatu yang jauh lebih indah dan berharga. Sesuatu ini ternyata adalah seorang pribadi bernama Yesus.</em></p>
<p><em><strong>5. Mengajak berkomunitas.</strong><br />
Hidup yang berubah karena berjumpa dengan Yesus harus didukung dengan kelompok sahabat-sahabat yang sama-sama berpusat pada Yesus. Maka penting banget untuk mengajak dia berkenalan dengan sebuah komunitas yang bisa saling mendukung di dalam kasih dan kebenaran sejati. Mudah-mudahan dengan hidup berkomunitas yang sehat, perempuan berplester ini kemudian juga punya hati untuk cerita tentang Yesus ke perempuan-perempuan berplester lainnya&#8230;</em></p>
<p><em>Catatan terakhir:<br />
Menurut saya pribadi, masing-masing dari kita adalah perempuan berplester di leher akibat perbuatan pacar kita. Plester di leher itu kan hanya tanda bahwa kita punya plester di hati. Hanya saja pacar-pacar kita tidak/belum kelihatan orang lain (atau mungkin sudah?). Plester ini bisa jadi berupa seks, rokok, workaholic, pujian berlebihan dari orang lain, uang, dsb, atau bentuk kompensasi dari luka akibat kurangnya kasih Allah di hati kita masing-masing. Dan setiap dari kita butuh pengalaman perjumpaan dengan pribadi Yesus terus menerus, sampai hati ini meluap dengan cinta. Dengan pengalaman perjumpaan terus menerus, kita dimampukan untuk melepaskan plester-plester ini, dan melangkah meraih mimpi-mimpi hati kita bersama cinta Tuhan.</em></p>
<p><em>in HIS love,<br />
<strong>R.</strong><br />
(dalam proses melepaskan plester juga, so please don&#8217;t judge me, but love me instead)</em></p>
<p>Saya dan beberapa teman tersentuh sekaligus tergerak dengan jawaban Riko yang menyejukkan, merangkul dengan kasih Kristus, sekaligus mengingatkan bahwa kita semua adalah perempuan berplester. Berplester dalam arti memiliki luka yang ingin disembuhkan lewat kasih-Nya. Plester itu (kembali mengutip catatan Riko dan sedikit menambahkan dari versi saya) : berupa seks, narkoba, rokok, workaholic, gila pujian, uang, pornografi, pribadi yang penuh kemarahan, dan segala bentuk kompensasi dari luka akibar kurangnya kasih Allah dalam hati kita masing-masing.</p>
<p>Kita semua adalah perempuan berplester, kalau saja kita mampu melihat para remaja dengan cara yang sama. Kalau saja kita bisa melihat orang lain dengan cara yang sama. Bahwa kita semua terluka. Everybody hurts, including me. Semua orang terluka, termasuk saya juga. Jadi, saya tahu rasanya terluka dan itu menyakitkan. Saya tahu rasanya lari dari luka itu dan mencoba untuk sembuh. Dengan berbagai cara yang saya kira akan menyembuhkan, namun nyatanya semakin membawa saya kepada dosa yang memisahkan saya semakin jauh dengan Allah. Anak muda ingin dipandang dengan kasih. Dengan tidak dihakimi. Begitu pun dengan diri kita. Dengan diri orang lain juga begitu. Tak ada yang suka dihakimi. Namun, takkan ada yang menolak bila pendekatan itu dilakukan dengan kasih. Dengan cinta Allah. Kita semua pernah mengalami, pernah merasakan, bahkan mungkin masih berjuang akan miskinnya kasih dalam diri kita. Namun, dengan merangkul sesama, siapa pun mereka tak terkecuali para generasi muda penerus bangsa dalam tindakan cinta yang penuh kasih, saya yakin generasi harapan bangsa itu akan mendapatkan sesuatu yang berbeda. Karena kasih Allah selalu menjadikan semuanya baru. Dengan kepenuhan di dalam kasih-Nya, orang tidak akan lagi lari mencari sesuatu yang bukan dari-Nya. Karena mereka tahu, semua yang bukan dari Allah adalah sementara. Hanya berupa loncatan dari satu dosa ke dosa lainnya. Satu ketergantungan ke ketergantungan lainnya. Hanya bersama DIA, kebebasan sepenuhnya akan tercipta. Iman akan Allah melepaskan ketergantungan negatif lainnya.</p>
<p>Kita semua perempuan berplester yang ingin sembuh, ingin melepaskan plester, koyok, perban, yang selama ini ada di tubuh kita. Yang selama ini ada di hati kita. Mari kita kembali kepada kasih Allah yang sejati. Kristus sendiri. Yang selalu mampu memulihkan dan membasuh semua luka dengan kasih-Nya. Proses yang terus-menerus ini hendaknya dimulai saat ini. Jangan hakimi orang lain, jangan hakimi remaja berplester, namun rangkul mereka dengan cinta. Tuhan, penuhi diri kami yang berplester ini dengan cinta-Mu.</p>
<p>HCMC, 27 November 2009<br />
-fon-<br />
* trims buat Ika Sugianti dan Riko Ariefano buat kesediaannya membagikan hal ini untuk saya jadikan tulisan. GBU frenz…! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/newspringtime.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/newspringtime.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/newspringtime.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/newspringtime.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/newspringtime.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/newspringtime.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/newspringtime.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/newspringtime.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/newspringtime.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/newspringtime.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=newspringtime.wordpress.com&blog=3368454&post=81&subd=newspringtime&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://newspringtime.wordpress.com/2009/11/27/perempuan-berplester/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9eb76c6dc47d2f3f289a6cc9fd332fb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vitaapostolica</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://newspringtime.files.wordpress.com/2009/11/perempuan-plester.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Perempuan Plester</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Faith vs. Science?</title>
		<link>http://newspringtime.wordpress.com/2009/08/07/faith-vs-science/</link>
		<comments>http://newspringtime.wordpress.com/2009/08/07/faith-vs-science/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 20:12:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riko ariefano</dc:creator>
				<category><![CDATA[By Riko]]></category>
		<category><![CDATA[bo sanchez]]></category>
		<category><![CDATA[faith]]></category>
		<category><![CDATA[fides et ratio]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[law of attraction]]></category>
		<category><![CDATA[new age]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[science]]></category>
		<category><![CDATA[teologi kemakmuran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://newspringtime.wordpress.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[(Berikut ini adalah tulisan saya menanggapi sebuah diskusi di satu mailing list.)
Corat coret dikit ah&#8230;
 
Science/Ilmu Pengetahuan
Jaman dulu, suatu ilmu pengobatan/penyembuhan yang belum ditemukan bukti ilmiahnya sering disebut sebagai &#8217;supernatural&#8217;. Tidak jarang tokoh2 penyembuhpun dipanggil dengan sebutan dukun. Namun dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, saat bukti2 ilmiah mulai tersedia, yang dulu disebut &#8217;supernatural&#8217; mulai dikenal dengan sebutan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=newspringtime.wordpress.com&blog=3368454&post=76&subd=newspringtime&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-77" title="Priest Bible" src="http://newspringtime.files.wordpress.com/2009/08/priest-bible.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Priest Bible" width="150" height="112" />(Berikut ini adalah tulisan saya menanggapi sebuah diskusi di satu mailing list.)</p>
<p><em>Corat coret dikit ah&#8230;</em></p>
<p> </p>
<p><strong>Science/Ilmu Pengetahuan</strong></p>
<p>Jaman dulu, suatu ilmu pengobatan/penyembuhan yang belum ditemukan bukti ilmiahnya sering disebut sebagai &#8217;supernatural&#8217;. Tidak jarang tokoh2 penyembuhpun dipanggil dengan sebutan dukun. Namun dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, saat bukti2 ilmiah mulai tersedia, yang dulu disebut &#8217;supernatural&#8217; mulai dikenal dengan sebutan &#8216;pengetahuan ilmiah medis&#8217;. Yang dulunya disebut &#8217;supernatural&#8217; atau &#8216;magis&#8217; atau bahkan &#8216;kekuatan roh gaib&#8217;, sekarang disebut &#8217;science&#8217; karena secara ilmiah ternyata dapat dibuktikan.</p>
<p>Pelajaran yang bisa kita petik dari pengalaman ini adalah: Jangan terlalu cepat menyebut suatu fenomena itu sebagai &#8220;kuasa gelap&#8221; atau &#8216;aliran sesat&#8221; hanya karena fenomena ini belum terbukti secara ilmiah (fisika ataupun kimia).</p>
<p>Misteri alam ini begitu luas dan pengetahuan manusia akan alam ini masih sangat sangat minim. Namun demikian perkembangan ilmu pengetahuan dewasa ini begitu cepatnya berkembang sehingga banyak hal yang tadinya kita pikir &#8220;alam roh&#8221; atau &#8220;kuasa gelap&#8221; atau &#8220;aliran sesat&#8221; itu ternyata adalah gejala alam yang bisa dibuktikan secara kimia ataupun fisika.</p>
<p>Contohnya aura. Dulu kalau kita bicara tentang aura manusia, banyak yang menanggapi dengan skeptis dan bahkan sinis. Tapi ilmu pengetahuan telah berhasil membuktikan bahwa aura ini adalah energi yang dipancarkan oleh manusia dan berbentuk gelombang elektromagnetik. Setiap gelombang ini punya karakter tertentu sehingga menghasilkan warna-warni tertentu juga &#8211; bahkan sekarang sudah bisa mem-foto aura! Setiap karakter gelombang ini juga bisa menjadi indikasi kesehatan seseorang, sehingga proses penyembuhan juga bisa dilakukan dengan pendekatan energi elektromagnetik tubuh manusia. Energi ini dalam pengobatan Cina sering disebut dengan istilah &#8220;Chi&#8221;, atau &#8220;Qi&#8221;, atau kemudian berkembang dengan istilah &#8220;Reiki&#8221;. Dalam bahasa lain pendekatan ini disebut &#8220;Pranic Healing&#8221; atau di Indonesia sering dikenal dengan istilah &#8220;Tenaga Prana&#8221;. Lalu apakah &#8220;Chi&#8221; atau &#8220;Qi&#8221; atau &#8220;Reiki&#8221; atau &#8220;Pranic Healing&#8221; ini pasti sesat? Jangan terlalu cepat membuat kesimpulan hanya karena pengetahuan kita terbatas, karena dunia ilmu pengobatan yang banyak dikembangkan di Eropa, China, dan Amerika telah banyak menghasilkan bukti-bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa semua ini adalah gejala biofisika yang sangat bisa dijelaskan secara ilmiah!</p>
<p>Lalu apakah &#8216;power of belief&#8217; yang sering dibicarakan oleh Bo Sanchez dan pembicara2 motivasional ini adalah sesat dan termasuk aliran New Age? Lagi-lagi jangan terlalu gegabah membuat kesimpulan, karena hal ini bisa dijelaskan secara ilmiah oleh ilmu pengetahuan juga. Contohnya pendekatan hipnosis atau NLP (Neuro Linguistic Programming) yang bisa memasukkan informasi ke alam bawah sadar kita hanya dalam hitungan menit, dan bahkan terkadang detik. Di pusat-pusat hipnoterapi di Amerika (dan bahkan Indonesia), orang yang luka batin bisa mengalami pemulihan lewat session2 ini. Rentang waktunya dari 1 kali session sampai beberapa bulan untuk kasus-kasus berat. Orang bisa berhenti merokok hanya dalam hitungan hari sampai beberapa minggu. (Bahkan metode retret dan pujian penyembahan yang seringkali kita lakukan juga menggunakan beberapa prinsip hipnosis, tanpa kita sadari!)</p>
<p>Lalu bagaimana dengan &#8220;law of attraction&#8221; yang seringkali dikaitkan dengan &#8216;hukum tabur dan tuai&#8217; dan bahkan &#8216;teologi kemakmuran&#8217;&#8230;? Lagi2 jangan terlalu cepat membuat kesimpulan kalau tidak melihat konteksnya dan tidak sungguh paham ilmunya. Prinsip menabur dan menuai sangat jelas diuraikan dalam Kitab Suci. Law of Attraction adalah juga satu fenomena yang secara praktis sering terjadi, walaupun secara ilmiah belum dibuktikan mekanisme prosesnya. Tapi sekali lagi, ini adalah sebuah fenomena yang sungguh nyata terjadi lewat kekuatan pikiran dan usaha yang terus menerus. Sejauh ini adalah sebuah fakta, maka fenomena ini terbuka pada berbagai kemungkinan hipotesa ilmiah.</p>
<p><em>Sedikit catatan tentang tulisan Bo Sanchez:</em> Seperti halnya kita tidak bisa membuat kesimpulan tentang Kitab Suci hanya dengan mengambil sebuah perikop, demikian pula kita tidak bisa mengambil kesimpulan tentang Bo Sanchez hanya dengan membaca sebuah artikel tulisannya. Mari kita pandang ini dengan wawasan yang lebih luas lewat banyak buku dan tulisannya, dan temukan pesan apa yang sebetulnya mau disampaikan oleh Bo Sanchez! Lagi-lagi, jangan mengkotakan pandangan kita pada sebuah kesimpulan hanya lewat secuil informasi yang kita tahu. Perhatikan juga arti dari penggunaan istilah2 yang sering digunakan oleh Bo Sanchez, supaya jangan hanya karena interpretasi kita yang berbeda, maka seluruh pribadinya di-cap &#8220;cenderung New Age&#8221; atau &#8220;penganut paham teologi kemakmuran!&#8221;</p>
<p>Kalau pendekatan &#8220;Truly Rich&#8221;-nya Bo Sanchez ini telah banyak didukung oleh imam2 dan uskup2 di Filipina, pasti mereka telah melakukan riset yang memadai. Bahkan seorang romo yang baru saja bertemu dengan Bo Sanchez mendengar Bo Sanchez bercerita bahwa seminar2 &#8220;Truly Rich&#8221;-nya ini bertujuan salah satunya untuk &#8220;memerangi&#8221; &#8220;teologi kemakmuran&#8221; sehingga wawasan &#8220;truly rich&#8221; sungguh sesuai dengan prinsip kasih yang diajarkan oleh Gereja Katolik.</p>
<p><strong>Catholic Faith/Iman Katolik</strong></p>
<p>Ensiklik <em>Fides Et Ratio</em> (1998) oleh mendiang  <strong>Paus</strong> <strong>Yohanes Paulus II</strong> mengatakan bahwa Iman dan Ilmu Pengetahuan sama-sama berasal dari Allah, maka keduanya tidak mungkin bertentangan dan keduanya bersama-sama diciptakan untuk memuliakan Allah.</p>
<p>Katekismus Gereja Katolik artikel 142 dan 143 berkata demikian:</p>
<p><em>142 By his Revelation, &#8220;the invisible God, from the fullness of his love, addresses men as his friends, and moves among them, in order to invite and receive them into his own company.&#8221; The adequate response to this invitation is faith.</em></p>
<p><em>143 By faith, man completely submits his intellect and his will to God. With his whole being man gives his assent to God the revealer. Sacred Scripture calls this human response to God, the author of revelation, &#8220;the obedience of faith&#8221;.</em></p>
<p>Lebih lanjut lagi Katekismus Gereja Katolik artikel 159  juga berbicara tentang hubungan iman dan ilmu pengetahuan:</p>
<p><em>159 Faith and science: &#8220;Though faith is above reason, there can never be any real discrepancy between faith and reason. Since the same God who reveals mysteries and infuses faith has bestowed the light of reason on the human mind, God cannot deny himself, nor can truth ever contradict truth.&#8221; &#8220;Consequently, methodical research in all branches of knowledge, provided it is carried out in a truly scientific manner and does not override moral laws, can never conflict with the faith, because the things of the world and the things of faith derive from the same God. The humble and persevering investigator of the secrets of nature is being led, as it were, by the hand of God in spite of himself, for it is God, the conserver of all things, who made them what they are.&#8221;</em></p>
<p>Artinya iman dan ilmu pengetahuan sama2 diciptakan Allah sebagai kebenaran untuk memuliakan Allah sendiri. Sebagai umat Katolik kita belajar bertumbuh dengan berbagai sarana yang Tuhan ciptakan, misalnya ilmu pengetahuan, dan rahmat ilahi, khususnya iman.</p>
<p>Iman Katolik memanfaatkan segala yang Tuhan sediakan ini sebagai sarana untuk memuliakan Tuhan di dalam pribadi Bapa, Putera, dan Roh Kudus!</p>
<p><strong>New Age</strong></p>
<p>Saya kutip dari wikipedia (http://en.wikipedia.org/wiki/New_Age):</p>
<p><em>The New Age (also known as the New Age Movement, New Age spirituality, and Cosmic Humanism) is a decentralized Westernsocial and spiritual movement that seeks &#8220;Universal Truth&#8221; and the attainment of the highest individual human potential. It combines aspects of cosmology, astrology, esotericism, alternative medicine, music, collectivism, sustainability, and nature. New Age spirituality is characterized by an individual approach to spiritual practices and philosophies, while rejecting religious doctrine and dogma.</em></p>
<p>Setidaknya ada 2 hal yang ingin saya garisbawahi dari definisi di atas:</p>
<p>1. Universal Truth: Iman Katolik percaya bahwa Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup. Tapi &#8220;universal truth&#8221;-nya New Age ini bersumber dari berbagai paham dan budaya, serta bisa jadi sangat erat dengan relativisme yang sangat ditentang oleh <strong>Paus Benediktus XVI</strong>. Tujuannya pun bukan memuliakan Allah, tapi pencapaian tertinggi potensi manusia. Maka memang aliran ini pasti bertentangan dengan iman ke-Katolik-an kita.</p>
<p>2. Aliran ini menggabungkan aspek kosmologi, astrologi, musik, pengobatan alternatif, alam, dan sebagainya. Apakah ini berarti kosmologi itu pasti salah? Apakah ini berarti musik meditatif yang digunakan mereka itu pasti sesat (terkadang mereka memakai musik instrumental kristiani juga)? Apakah karena mereka memakai pengobatan alternatif, maka setiap penggunaan obat alternatif ini berarti termasuk aliran New Age? For your info, akupuntur dan pengobatan herbal Cina termasuk dalam pengobatan alternatif. Apakah kalau mereka memakai prinsip alam (misalnya fakta tentang energi elektromagnetik tubuh manusia, atau fenomena kekuatan pikiran/law of attraction), maka setiap penggunaan prinsip alam yang notabene adalah fakta ilmiah ini berarti tergabung dalam aliran New Age? Mari kita bedakan antara yang science, dan yang aliran New Age.</p>
<p>Aliran New Age memakai ilmu pengetahuan dan fenomena alam untuk membentuk &#8220;universal truth&#8221;nya demi meninggikan potensi manusia.</p>
<p><strong>Catatan akhir</strong></p>
<p>Fenomena alam adalah fakta yang terjadi di tengah-tengah kita. Fenomena ini ada yang telah dibuktikan mekanisme prosesnya lewat pendekatan ilmiah kimia ataupun fisika, tapi ada juga yang belum ditemukan teori terjadinya dan masih dalam proses penelitian. Tapi sudah ataupun belum, yang pasti fenomena ini adalah fakta, dan fakta bersifat netral (bukan berarti Katolik, dan bukan juga berarti New Age).</p>
<p>Aliran New Age mengajak orang menggunakan ilmu pengetahuan dan fenomena alam untuk membentuk &#8220;universal truth&#8221; yang meninggikan potensi manusia.</p>
<p>Iman Katolik mengundang orang menggunakan ilmu pengetahuan dan fenomena alam untuk semakin mengenal, mengasihi, dan melayani Allah dalam pribadi Bapa, Putera, dan Roh Kudus, lewat GerejaNya yang satu, kudus, katolik, dan apostolik.</p>
<p>Tapi ilmu pengetahuan dan fenomena alam selalu netral.</p>
<p>Artinya kita tidak bisa dengan cepatnya menyimpulkan &#8220;law of attraction&#8221; sebagai &#8220;aliran New Age&#8221; atau &#8220;teologi kemakmuran&#8221;, karena tergantung bagaimana fenomena &#8220;law of attraction&#8221; ini digunakan. Kalau untuk mengejar kekayaan pribadi sebagai satu2nya tanda berkat Allah, maka ini</p>
<p>bisa jadi teologi kemakmuran. Kalau untuk membesarkan potensi pribadi semata-mata, ini bisa jadi New Age. Tapi kalau untuk berbagi kasih dan persaudaraan dengan sesama, ini bisa jadi sangat sesuai dengan iman Katolik. Kenapa? Karena &#8220;law of attraction&#8221; adalah fenomena alam yang sifatnya netral. Jadi tergantung untuk apa ia digunakan.</p>
<p>Apakah &#8220;The Secret&#8221; adalah buku yang menyesatkan? Bagi sebagian orang bisa jadi sangat menyesatkan. Tapi bagi saya dan beberapa teman, buku ini sangat membantu mengembangkan iman saya akan kasih Allah yang sungguh besar. Setelah membaca buku ini, saya semakin kagum akan kebesaran Allah yang menciptakan alam semesta dengan segala fenomena dan mekanisme-nya, termasuk kebesaran Allah yang menciptakan manusia dengan kekuatan pikiran yang luar biasa. Apakah kekuatan pikiran ini berarti sesat? Bukan! Bagi yang familiar dengan ilmu biophysics (sekali lagi pure science), pikiran manusia memang terbukti mampu mengalirkan gelombang elektromagnetik sehingga dapat mempengaruhi keadaan sekitarnya. Apakah ini berarti manusia itu hebat? Pastinya. Kenapa? Karena kita diciptakan dengan gambar dan rupa Allah sendiri, maka pastinya hebat. Dan yang paling hebat siapa? Ya jelas Sang Pencipta manusia, yaitu Allah sendiri! Bagi saya, setelah membaca The Secret, hati saya penuh dengan pujian dan pengagungan akan kebesaran Allah kita. Tulisan <strong>Paus Yohanes Paulus II</strong> <em>&#8220;Fides Et Ratio&#8221;</em> menjadi sungguh hidup dan bermakna bagi saya &#8211; dan saya semakin bangga menjadi umat Katolik.</p>
<p>Namun demikian tentunya ini harus disikapi secara bijaksana. Apakah buku &#8220;The Secret&#8221; bisa menyesatkan? Tentu saja sangat bisa, apalagi bagi orang-orang yang memang kurang terbuka pada pengalaman kasih dan kuasa Allah. Tapi apakah selalu menyesatkan? Hmm..mungkin yang terbaik adalah penjelasan dari pihak-pihak yang paling berkompeten di bidang ajaran Gereja dan sekaligus well-knowledgable akan perkembangan ilmu pengetahuan, sehingga tidak asal membuat kesimpulan &#8220;ini salah&#8221; atau &#8220;itu sesat&#8221;.</p>
<p>Apakah mungkin fenomena alam ini di&#8221;tebengi&#8221; oleh kuasa gelap atau roh jahat? Ya mungkin saja. Apakah fenomena alam ini pasti mengandung kuasa gelap atau roh jahat? Saya heran dengan orang-orang yang berani bilang pasti&#8230;:-)</p>
<p>Mari kita tidak terlalu cepat menghakimi, supaya kita jangan mudah jatuh dalam perpecahan &#8211; tapi berjaga-jaga senantiasa di dalam Roh Kudus, sambil terus rendah hati dan tunduk pada GerejaNya.</p>
<p>Hmm..corat-coret pribadi kok jadi kepanjangan ya&#8230;:-)</p>
<p><em>(Tulisan ini adalah sharing pribadi, bukan untuk tujuan pengajaran atau pewartaan. Ajaran resmi pastinya harus berasal dari wewenang mengajar Gereja sendiri, yang di dalamnya kita tunduk dan taat)</em></p>
<p><em> </em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/newspringtime.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/newspringtime.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/newspringtime.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/newspringtime.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/newspringtime.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/newspringtime.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/newspringtime.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/newspringtime.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/newspringtime.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/newspringtime.wordpress.com/76/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=newspringtime.wordpress.com&blog=3368454&post=76&subd=newspringtime&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://newspringtime.wordpress.com/2009/08/07/faith-vs-science/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9eb76c6dc47d2f3f289a6cc9fd332fb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vitaapostolica</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://newspringtime.files.wordpress.com/2009/08/priest-bible.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Priest Bible</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Punya kualifikasi bicara dengan orang muda?</title>
		<link>http://newspringtime.wordpress.com/2008/12/21/punya-kualifikasi-bicara-dengan-orang-muda/</link>
		<comments>http://newspringtime.wordpress.com/2008/12/21/punya-kualifikasi-bicara-dengan-orang-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Dec 2008 15:35:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riko ariefano</dc:creator>
				<category><![CDATA[By Riko]]></category>
		<category><![CDATA[baru]]></category>
		<category><![CDATA[communication]]></category>
		<category><![CDATA[gereja]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[muda]]></category>
		<category><![CDATA[musim]]></category>
		<category><![CDATA[orang]]></category>
		<category><![CDATA[pewartaan]]></category>
		<category><![CDATA[semi]]></category>
		<category><![CDATA[young]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://newspringtime.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Pada acara International AIDS Conference 2006 di Toronto, Vineeta (usia 6) dan Sevilla (usia 4) hadir menemani orang tua mereka untuk membuat film tentang konferensi itu. Mereka mewawancarai ahli AIDS terkenal, aktivis gay, distributor kondom, dan banyak tokoh-tokoh lainnya yang hadir.
Sekali waktu, Dr.Mark A.Wainberg &#8211; salah seorang pimpinan konferensi, ditanya oleh kedua anak ini “Bagaimana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=newspringtime.wordpress.com&blog=3368454&post=52&subd=newspringtime&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><img class="alignleft size-full wp-image-55" title="jpii-juga" src="http://newspringtime.files.wordpress.com/2008/12/jpii-juga.jpg?w=85&#038;h=128" alt="jpii-juga" width="85" height="128" />Pada acara <em>International AIDS Conference 2006</em> di Toronto, <strong>Vineeta</strong> (usia 6) dan <strong>Sevilla</strong> (usia 4) hadir menemani orang tua mereka untuk membuat film tentang konferensi itu. Mereka mewawancarai ahli AIDS terkenal, aktivis gay, distributor kondom, dan banyak tokoh-tokoh lainnya yang hadir.</p>
<p class="MsoNormal"><span>Sekali waktu, <strong>Dr.Mark A.Wainberg</strong> &#8211; salah seorang pimpinan konferensi, ditanya oleh kedua anak ini “<em>Bagaimana AIDS bisa masuk kedalam tubuh Anda? Kenapa orang-orang ingin berhubungan seks?</em>” Dr.Mark<span>  </span>menghindar dengan tertawa gugup. “<em>A</em><em>IDS masuk kedalam tubuh dengan cara yang… yang cukup rumit untuk dijelaskan pada anak kecil</em>,” katanya. Lalu ia melanjutkan “<em>Dengan cara yang sama seperti hubungan ayah dan ibu… yang akhirnya menyebabkan kita bisa lahir di dunia. Kamu menanyakan pertanyaan yang bagus. </em><em><strong>Saya tidak tahu apakah saya berkualifikasi menjawab pertanyaan kamu</strong></em><strong>.</strong>” (<a href="http://www.nytimes.com/2008/02/26/health/26aids.html?_r=1">http://www.nytimes.com/2008/02/26/health/26aids.html?_r=1</a>)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><strong>Dr.</strong><span><strong><span> Mark A. Wainberg</span></strong><span>, <strong>O.C., O.Q., Ph.D</strong> adalah seorang ahli riset AIDS berusia 60an, dan menjabat sebagai </span>Direktur</span><span> </span><a title="McGill University" href="http://en.wikipedia.org/wiki/McGill_University"><span>McGill University</span></a><span> </span><span>AIDS Centre di</span><span> </span><a title="Montreal Jewish General Hospital" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Montreal_Jewish_General_Hospital"><span>Montreal Jewish General Hospital</span></a><span><span>, serta</span></span><span><span> Professor of Medicine and of Microbiology di McGill University</span></span> (<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mark_Wainberg">http://en.wikipedia.org/wiki/Mark_Wainberg</a>). Ia sangat menguasai bidangnya, dan ia sangat kompeten untuk menjawab pertanyaan tadi. Namun sayangnya, ia tidak tahu bagaimana berkomunikasi dengan anak kecil, sehingga ilmu pengetahuannya menjadi kurang berguna bagi anak kecil tadi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Ada banyak “anak kecil” dalam Gereja, yaitu orang-orang yang mungkin kurang mengerti akan Allah dan kasihNya – misalnya banyak orang muda. Ada banyak juga “Dr.Mark A Wainberg, O.C., O.Q., Ph.D” dalam Gereja, yaitu orang-orang yang ahli teologi, filasafat, eklesiologi, sakramentologi, kristologi, bibliologi, pneumatologi, dan sebagainya – misalnya para uskup, para imam, katekis, guru agama, para koordinator bidang pelayanan, dan pewarta awam. Namun pertanyaannya adalah: Apakah mereka (termasuk saya), berkualifikasi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan orang muda? Apakah mereka, atau kita, tahu bagaimana berkomunikasi dengan orang muda? Karena bila tidak, jangan-jangan ilmu pengetahuan ini juga menjadi kurang berguna.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Mau didengarkan oleh orang muda? Setidaknya dewasa ini ada 3 kualifikasi utama yang dibutuhkan seseorang untuk berbicara tentang Tuhan kepada orang muda:</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst"><span><span>1.<span>    </span></span></span><span>Love for God &#8211; Mencintai Tuhan</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span><span>2.<span>    </span></span></span><span>Love for the Young &#8211; Mencintai orang muda</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span><span>3.<span>    </span></span></span><span>Communication Skill &#8211; Kemampuan komunikasi</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span><span><strong>1.</strong><span><strong>    </strong></span></span></span><span><strong>Love for God</strong></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span>Orang muda dewasa ini sangat kritis. Kita tidak bisa berbicara tentang Tuhan serta kebenaran dan kasihNya yang begitu besar kalau kita sendiri tidak tinggal di dalam kasih dan kebenaran ini. St.Fransiskus dari Asisi pernah mengatakan “<em>Beritakan Injil, kalau perlu dengan kata-kata</em>”. Hari ini mungkin lebih dari sebelumnya, seruan ini bergema begitu lantang dan begitu relevannya bagi pewartaan kepada orang muda. Kita harus menghidupi apa yang kita wartakan. Bila tidak, orang muda akan melihat dalam diri kita, bahwa kita cuma pembicara dan bukan pelaku Firman. Kalau kita tidak menghayati dan menjalani hidup yang sesuai dengan kasih Allah dan kebenaranNya seperti yang diajarkan Gereja, maka percayalah, orang muda akan bisa melihat itu, dan mereka tidak akan peduli dengan apa yang kita wartakan. Mereka akan berkata “<em>Ah dia bisanya cuma ngomong doang, tapi kelakuannya tetep aja ngga beda sama yang lain</em>”. Dari pengalaman saya, kita tidak bisa bohong dengan orang muda. Kalau kita sungguh mengasihi Tuhan, kalau kita sungguh rindu hidup dalam kasih dan kebenaranNya, maka hal ini pasti terlihat lewat hidup kita sehari-hari – dan keyakinan iman inilah yang ingin dilihat oleh orang muda. Mereka mungkin tidak berkomentar waktu mendengarkan kita bicara, tapi satu hal yang pasti: <em>action speaks louder than words!</em></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span>Contoh yang saya paling suka dan menurut saya paling nyata adalah Bunda Maria. Bayangkan, hanya dengan kehadirannya saja Elizabeth bersuka cita, bahkan bayi dalam kandungannyapun melonjak kegirangan. Ia adalah pewarta terbesar sepanjang jaman!</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span>Apakah saya begitu menyatu dengan kasih dan kebenaranNya sehingga kehadiran saya menjadi sukacita bagi sesama? <em>Atau waktu orang muda mendengar nama saya, mereka justru jadi malas untuk terlibat dan hadir?</em> Apakah saya sungguh mengasihi Allah sehingga sharing saya tentang Allah sungguh-sungguh hidup dan “menghidupkan” orang muda?</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast"><span><span><strong>2.</strong><span><strong>    </strong></span></span></span><span><strong>Love for the young</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Ada orang yang bicara tentang orang muda atau kepada orang muda karena sok peduli, ada juga yang karena malu kalau tidak ikut-ikutan Gereja memperhatikan orang muda, ada juga yang karena butuh aktualisasi diri di <em>audience</em> yang lebih muda, supaya dihormati dan dipandang penting. Apapun alasannya, Tuhan bisa bekerja lewat alasan itu, dan bahkan memurnikannya. Dan apapun alasannya, percayalah, orang muda akan bisa melihat alasan itu. Di sisi lain kalau seseorang bicara tentang orang muda dan kepada orang muda, karena ia sungguh-sungguh mencintai mereka, maka orang muda juga akan bisa melihat hal ini. Alasan apapun yang ada di dalam hati kita, pasti akan terungkap dan terlihat lewat apa yang kita lakukan, dan katakan. Satu hal yang perlu dicatat: Orang muda mencintai kejujuran dan ketulusan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Cinta itu sabar, murah hati, dan rela menderita. Berapa banyak yang sabar, murah hati, dan rela menderita bagi orang-orang muda? Kebun anggur orang muda bukan kebun anggur yang mudah dilayani dan dikelola, karena isinya adalah <span>hati-hati yang idealis namun banyak terluka</span> dan banyak mencari arti serta tujuan hidup. Gejala negatif yang tampak di permukaan, seperti seks bebas, narkoba, indiferentisme, dan sebagainya, seringkali adalah buah dari apa yang mereka terima di rumah – tanpa mempersalahkan pihak manapun. Tapi yang menerima “cap negatif” adalah generasi orang muda yang sebetulnya adalah “korban” dari situasi rumah dan lingkungan yang ada. Ada pepatah tua yang mengatakan “Buah apel jatuh tidak jauh dari pohonnya”. Mudah-mudahan pepatah ini tidak 100% benar. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Mencintai berarti selalu mau yang terbaik bagi orang yang kita cintai. Yang terbaik tidak harus berarti apa yang kita mau, dan yang terbaik tidak harus memaksakan apa yang menurut kita baik. Berapa banyak orang bilang peduli akan orang muda, tapi memaksakan orang muda harus ikut pendapatnya, karena kalau tidak, orang muda dicap sok tahu dan pemberontak?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Mencintai berarti hadir dan mendengarkan. Ada banyak orang yang di atas panggung atau di pertemuan para pemimpin mengungkapkan kata-kata indah mendukung orang muda, tapi hanya sedikit yang mau ada di tengah-tengah mereka dan mendengarkan seruan hati mereka. Mendengarkan berarti mencari seruan hati terdalam dan tetes air mata yang telah menggunung di balik kata-kata canda mereka, yang mungkin menurut saya tidak berguna atau mungkin “mengganggu” karena tidak cocok dengan gaya senda gurau saya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Mencintai berarti mau mempercayai dan bahkan memberi ruang bagi orang yang kita cintai untuk berbuat salah, karena cinta selalu membangun dan memaafkan. Beberapa waktu yang lalu topik “yang muda yang memimpin” banyak mewarnai media, apalagi seputar perayaan 80 tahun Sumpah Pemuda. Barrack Obama pun konon terpilih salah satunya karena ia dianggap mewakili generasi yang lebih muda, dan memiliki harapan untuk menciptakan perbedaan. Hampir semua berbicara positif tentang ide ini. Tapi berbicara dengan orang muda tidak bisa berhenti di ide-ide saja. Ide positif tentu adalah satu hal baik, tapi orang muda perlu melihat ide-ide ini diwujudkan. Make things happen! Beberapa kali saya bicara sharing dengan orang-orang muda, dan sambil bercanda dan tertawa mereka berkata “<em>Kalau mau buat konsep dan keputusan, biasanya kita ngga diajak – apalagi kalo menentukan jatah alokasi dana. Giliran disuruh-suruh bantu acara, baru kita dihubungin untuk kerja di lapangan…ha..ha.. Tapi ngga apa-apa lah, udah biasa…</em>”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Puji Tuhan, akhir-akhir ini Gereja banyak sekali memberi ruang bagi orang muda untuk berkarya, sehingga mudah-mudahan senda gurau seperti itu mulai berkurang.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Tapi sekali lagi, cinta yang kuat bagi orang muda pasti terlihat oleh mereka, dan ini memberi kredibilitas yang besar bagi seseorang untuk berbicara dengan orang muda. Tanpa kasih dan kehadiran di tengah-tengah mereka, biasanya mereka akan bilang “<em>Siapa sih ini orang? Ngga pernah kelihatan, eh tiba-tiba ngomong panjang lebar dan kita disuruh dengerin dan nurutin dia… zzz…zzz…zzz… Kita cabut aja yuk…</em>”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst"><span><span><strong>3.</strong><span><strong>    </strong></span></span></span><span><strong>Communication Skill</strong></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span><em><span>Ben de sana şunu söyleyeyim, sen Petrus&#8217;sun<sup> </sup>ve ben topluluğumu bu kayanın<sup>[]</sup></span></em></span><span><em><span> </span></em></span><span><em><span>üzerine kuracağım. Ölüler diyarının kapıları ona karşı direnemeyecek</span></em></span><span><span>.</span></span><span><span> </span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span><span>Apakah ada yang mengerti bahasa di atas? Mohon maaf, saya juga tidak mengerti karena itu bahasa Turki. Kalau saya bicara dengan orang Turki, mereka pasti mengerti artinya. Tapi waktu saya bicara dengan orang Indonesia, saya harus berbicara dengan bahasa Indonesia, supaya pendengar mengerti maksudnya.</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span><span>Tulisan di atas adalah Injil Matius 16:18, yaitu “<em><span>Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya</span></em><span>.”</span></span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span><span>Nah, sekarang kita semua mengerti maksudnya.</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span><span>Begitu juga bila berkomunikasi dengan orang muda awam, kita harus menggunakan bahasa yang dimengerti oleh orang muda awam – bukan orang muda rohaniwan yang sedang belajar teologi di Sekolah Tinggi Filsafat misalnya. Penggunaan bahasa yang salah menjadikan seluruh konten bahasan/pembicaraan menjadi tidak relevan, membosankan, dan bahkan bisa menyebabkan salah pengertian! Akibatnya, Kabar Gembira yang seharusnya menghidupkan justru bisa jadi memadamkan, karena tidak disampaikan dengan bahasa dan cara yang tepat.</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span><span>Teologi atau “faith seeking understanding” sangat mendalam di konsep, dan bila kita mau berbicara dengan orang muda tentang ini, kita harus mencari <strong>bahasa-bahasa praktis modern orang muda</strong> sehingga pesan kebenaran kasih Tuhan ini bisa diterima dan bahkan dialami dengan begitu indahnya oleh mereka.</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span><span>Sesekali waktu pada sebuah Misa, seorang Imam berkata “<em>Selama masa Adven ini kita harus mempersiapkan diri agar bisa merasakan keselamatan yang mendalam</em>”. Berulangkali ia menggunakan istilah “<em>merasakan keselamatan yang mendalam</em>” dan setiap kali pula saya bertanya dalam hati “Apa sih maksudnya merasakan keselamatan yang mendalam???”. Barangkali ada 15 kali ia menggunakan istilah itu, dan 15 kali saya bertanya terus dalam hati. Selama kotbah, kata-katanya memang sampai di pikiran saya, tapi tidak pernah menjangkau hati saya, karena sampai sekarang saya tidak tahu apa maksudnya. Penerapannya bagaimana? Praktisnya apa?</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span><span>Mungkin maksudnya hati kita merasa damai – maka katakanlah hati merasakan damai. Atau mungkin maksudnya hati kita merasakan Yesus yang hadir – maka jelaskanlah bagaimana rasanya kalau Yesus itu hadir di hati. Atau jangan-jangan maksudnya keselamatan itu cuma perasaan doang? (Nah betul kan Kabar Gembira yang seharusnya bisa menghidupkan malah bisa menimbulkan salah pengertian!).</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span><span>Kompetensi dalam berkomunikasi ini sangat penting, karena sederetan gelaryang panjang saja tidak cukup kalau tidak bisa mengkomunikasikanilmu/pesan yang indah itu dengan bahasa yang tepat. Seperti Dr.Mark di atas, sehebat-hebatnya ia dalam bidang AIDS, ia tidak tahu bagaimana menjelaskan AIDS ke anak kecil. Sehebat-hebatnya kita dalam “kebenaran Tuhan dan GerejaNya”, mungkin kita tetap perlu belajar banyak untuk bisa mengkomunikasikan Kabar Gembira ini ke orang muda di sekitar kita – setidaknya saya merasa saya perlu banyak belajar lagi.</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span><span><br />
</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span><span>Jadi siapa contoh orang yang punya kualifikasi untuk bicara dengan orang muda?</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span><span><img class="alignleft size-full wp-image-54" title="pope-kisses-a-pilgrim-1-small1" src="http://newspringtime.files.wordpress.com/2008/12/pope-kisses-a-pilgrim-1-small1.jpg?w=85&#038;h=68" alt="pope-kisses-a-pilgrim-1-small1" width="85" height="68" />Contoh yang paling tepat untuk kualifikasi ini pastinya adalah mendiang Paus Yohanes Paulus II &#8211; tidak ada yang bisa meragukan cintanya pada Tuhan (lihat wajahnya dan konsistensinya mempertahankan dan mewartakan kebenaran), tidak ada yang bisa mempertanyakan cintanya bagi orang muda (ia bukan sekedar bicara, tapi juga hadir di tengah2 orang muda, bahkan mengatakan bahwa orang muda adalah tumpuan harapannya bagi Gereja), dan kemampuan komunikasinya telah mengambil hati jutaan orang muda dari berbagai penjuru dunia untuk datang berkumpul merayakan iman dan mendengarkan ia bicara (sekalipun di usianya yang sudah tua!).</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span><span>Saya pikir kita, khususnya saya, harus belajar banyak dari buah pikirannya, tulisan-tulisannya, dan ruang hatinya yang begitu besar buat Tuhan dan orang muda!</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span><span>Untuk melayani orang muda, saya harus lebih banyak mendekatkan diri pada Sang Sumber Cinta, yaitu Hati Yesus sendiri, lewat waktu-waktu doa dan hening di hadapan Sakramen Mahakudus. Saya harus lebih banyak meluangkan waktu untuk berada di tengah-tengah orang muda serta mendengar apa yang menjadi kebutuhan hati mereka. Sejalan dengan itu, saya harus mengakui betapa kurangnya kemampuan komunikasi saya dengan orang muda. Kehidupan orang muda begitu dinamis dan cepat berkembang, baik budaya ataupun istilah bahasa sehari-harinya. Untuk itu, saya perlu terus memperbaiki diri dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi, supaya saya bisa ambil bagian dalam Amanat Agung pewartaan iman. Saya menyadari ini bukan tugas yang mudah, untuk itu <strong>hati dan pikiran yang terbuka untuk mau bekerjasama dan berdialog dengan segenap pihak Gereja, baik dengan klerus maupun awam, harus selalu dikembangkan dan diwujudkan</strong>. Tidak ada satu orangpun yang bisa melakukan semuanya, tapi sebagai keluarga besar Gereja, kita bisa saling mendukung dan saling melengkapi, lalu kasih Tuhan yang memberkati dan menyempurnakannya.</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span><span>(Kalau saya fokus melakukan hal-hal di atas, kapan saya kerja cari uangnya? Bukannya saya awam yang juga perlu bertanggungjawab mencari nafkah sehari-hari bagi keluarga? Seorang teman bergurau “<em>Kamu udah ngga digaji, ngga diberikan pelatihan atau formation 10 tahun seperti Romo, ikut bantu pelayanan, eh malah kadang dicela-cela sama sesama orang Gereja, dan masih aja mau pelayanan di orang muda Katolik?</em>” Biasanya saya cuma senyum aja. Kadang senyum sedih, kadang senyum sukacita karena boleh ikut dicela seperti Yesus. Tapi entah senyum yang manapun, saya tetap ngga pernah bisa membayangkan hidup tanpa <span> </span>menjadi seorang umat yang melayani di Gereja Katolik. I love Jesus, I love the Catholic Church, and I love young people!)</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span><span>Orang muda hari ini bukanlah Gereja hari esok. Orang muda hari ini adalah Gereja hari ini juga. Mari kita bicara dengan orang muda. Mari kita beritakan hidup yang penuh harapan dan sukacita kepada orang muda, karena <strong>Roh Pengharapan</strong> dan <strong>Roh Cinta yang Maha Penuh Kuasa</strong> pasti menyertai dan memampukan kita semua.</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span><span><strong>Mari kita sambut Musim Semi yang Baru bagi Gereja</strong>: Hari ini di Keuskupan kita masing-masing, dan Hari ini di Paroki kita masing-masing!</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"> </p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span><span>R.</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span><span> </span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span><em><span>(Mohon maaf, tulisan ini cuma corat coret pribadi, ungkapan kerinduan saya yang saya share bagi sesama orang muda. Isinya belum tentu benar karena banyak dipandang dari subyektifitas saya sendiri yang masih sangat jauh dari sempurna, sehingga perlu konfirmasi dari orang-orang yang lebih kompeten. Mohon maaf kalau ada yang tersinggung dengan tulisan ini, mudah-mudahan tidak ada, karena sebagian besar ini hanyalah refleksi pribadi dan kritisi untuk diri saya sendiri.)</span></em></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span><em><span>(Tulisan ini dipersembahkan untuk my beloved late Pope John Paul II: the Lover of God, the Lover of the Youths, and the Great Communicator. How we need a father like you in The Church today. Always missing you.)</span></em></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span><em><span> </span></em></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span><em><span> </span></em></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><span><em><span> </span></em></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast"><span> </span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/newspringtime.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/newspringtime.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/newspringtime.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/newspringtime.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/newspringtime.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/newspringtime.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/newspringtime.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/newspringtime.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/newspringtime.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/newspringtime.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=newspringtime.wordpress.com&blog=3368454&post=52&subd=newspringtime&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://newspringtime.wordpress.com/2008/12/21/punya-kualifikasi-bicara-dengan-orang-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9eb76c6dc47d2f3f289a6cc9fd332fb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vitaapostolica</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://newspringtime.files.wordpress.com/2008/12/jpii-juga.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jpii-juga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://newspringtime.files.wordpress.com/2008/12/pope-kisses-a-pilgrim-1-small1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pope-kisses-a-pilgrim-1-small1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peristiwa Sukacita: Jogging with Mother Mary (1)</title>
		<link>http://newspringtime.wordpress.com/2008/06/23/peristiwa-sukacita-jogging-with-mother-mary-1/</link>
		<comments>http://newspringtime.wordpress.com/2008/06/23/peristiwa-sukacita-jogging-with-mother-mary-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 07:16:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riko ariefano</dc:creator>
				<category><![CDATA[By Riko]]></category>
		<category><![CDATA[bunda]]></category>
		<category><![CDATA[ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[gembira]]></category>
		<category><![CDATA[jogging]]></category>
		<category><![CDATA[karismatik]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[maria]]></category>
		<category><![CDATA[peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[rosario]]></category>
		<category><![CDATA[sukacita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://newspringtime.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini saya berencana doa Rosario sambil jogging sore.
Sambil mengikat tali sepatu, saya mulai melihat-lihat apakah sore ini jogging track ramai atau sepi. Seperti biasa ada beberapa wajah yang sudah beberapa kali saya jumpai – seorang Oom yang sepertinya sedang proses pemulihan setelah stroke sedang belajar berjalan dibantu istrinya, seorang ibu yang sedang jalan santai, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=newspringtime.wordpress.com&blog=3368454&post=51&subd=newspringtime&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><a href="http://newspringtime.files.wordpress.com/2008/06/jogging-bunda-maria-small.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-45" src="http://newspringtime.files.wordpress.com/2008/06/jogging-bunda-maria-small.jpg?w=70&#038;h=93" alt="" width="70" height="93" /></a>Hari ini saya berencana doa Rosario sambil jogging sore.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sambil mengikat tali sepatu, saya mulai melihat-lihat apakah sore ini jogging track ramai atau sepi. Seperti biasa ada beberapa wajah yang sudah beberapa kali saya jumpai – seorang Oom yang sepertinya sedang proses pemulihan setelah stroke sedang belajar berjalan dibantu istrinya, seorang ibu yang sedang jalan santai, dan anak-anak kecil yang sedang bermain kejar-kejaran – yang ramenya minta ampun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Setelah hampir dua putaran, saya mulai mendaraskan doa Aku Percaya dan lanjut dengan Bapa Kami. Kata seorang santo, Bunda Maria adalah jalan pintas menuju Yesus. Hmmm…pikiran saya mulai melayang ke masa waktu Bunda Maria menerima kabar gembira dari malaikat Gabriel. Saya membayangkan saat itu mungkin Bunda Maria sedang di dapur dan tiba-tiba munculah malaikat di dekat jendela “Salam hai engkau yang dikaruniai…” Bunda Maria berlutut. Detik-detik selanjutnya, seluruh penghuni sorga berdiam diri. Sorga yang biasanya penuh puji-pujian, kali ini diam seribu bahasa. Waktu seperti berhenti, dan keheningan menguasai seluruh penjuru langit. Seluruh sabda Allah yang maha kekal, semua janji yang sudah dinubuatkan selama ribuan tahun, dan segala harapan masa depan sorga dan dunia bertumpu pada kata-kata yang akan keluar dari seorang gadis kecil di desa Nazaret. Semua menanti-nantikan apa kira-kira yang akan diucapkan oleh gadis ini. Bagaimana kalau ia menolak? Bagaimana kalau ia pura-pura tidak mendengar? Bagaimana kalau…?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu…” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya terus berlari kecil melewati beberapa orang yang sedang senam di pinggir taman, sambil mendengarkan gemuruh sorga di hati saya. Seakan-akan begitu jelas terdengar. Ada ribuan malaikat yang bersorak-sorai sambil berseru “Kerajaan Allah sudah dekat. Lihatlah – gadis Maria memilih untuk taat pada rencana Bapa. Keselamatan sudah datang di tengah-tengah kita semua. Ada harapan bagi sorga dan dunia…” Tanpa terasa ada senyum kecil di bibir saya. Hati saya penuh sukacita. Inilah ketaatan yang mengubah wajah dunia. Tuhan tidak memilih orang yang hebat untuk mengubah kebinasaan menjadi kekekalan. Catat yang satu ini: Dia memilih orang yang lemah seperti kita semua! Dan Dia tidak memilih orang yang sudah berumur karena pengalamannya, tapi Dia memilih seorang anak muda perempuan. Ketaatan Maria bukan saja pengharapan bagi semua ibu-ibu sedunia, tapi juga tanda bagi semua orang muda, bahwa Tuhan percaya pada kita semua! </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">(hmm maksudnya saya juga termasuk anak muda gitu… ehm)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><em><span style="color:#ffc000;">Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu</span></em><span style="color:#ffc000;">… </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Demikian hati saya terus melambungkan doa demi doa, dan kaki ini terus menapaki jogging track yang mulai penuh dengan pejalan kaki sore.<span>  </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"></span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/newspringtime.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/newspringtime.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/newspringtime.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/newspringtime.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/newspringtime.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/newspringtime.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/newspringtime.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/newspringtime.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/newspringtime.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/newspringtime.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/newspringtime.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/newspringtime.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=newspringtime.wordpress.com&blog=3368454&post=51&subd=newspringtime&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://newspringtime.wordpress.com/2008/06/23/peristiwa-sukacita-jogging-with-mother-mary-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9eb76c6dc47d2f3f289a6cc9fd332fb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vitaapostolica</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://newspringtime.files.wordpress.com/2008/06/jogging-bunda-maria-small.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Peristiwa Sukacita: Jogging with Mother Mary (2)</title>
		<link>http://newspringtime.wordpress.com/2008/06/23/peristiwa-sukacita-jogging-with-mother-mary-2/</link>
		<comments>http://newspringtime.wordpress.com/2008/06/23/peristiwa-sukacita-jogging-with-mother-mary-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 07:15:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riko ariefano</dc:creator>
				<category><![CDATA[By Riko]]></category>
		<category><![CDATA[bunda]]></category>
		<category><![CDATA[ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[gembira]]></category>
		<category><![CDATA[jogging]]></category>
		<category><![CDATA[karismatik]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[maria]]></category>
		<category><![CDATA[peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[rosario]]></category>
		<category><![CDATA[sukacita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://newspringtime.wordpress.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Di ujung taman, ada seorang ibu setengah baya yang sedang tertawa dengan begitu lantangnya. Rasaya seluruh jogging track penuh dengan suara tuh ibu doang…J
Sukacita ibu itu mengingatkan saya pada Elizabeth yang begitu penuh sukacita waktu Bunda Maria datang mengunjunginya. Kehadiran Maria begitu membuat Elizabeth bersukacita, sampai-sampai bayi dalam kandungannyapun melonjak kegirangan – padahal Maria belum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=newspringtime.wordpress.com&blog=3368454&post=50&subd=newspringtime&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><a href="http://newspringtime.files.wordpress.com/2008/06/jogging-bunda-maria-small.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-45" src="http://newspringtime.files.wordpress.com/2008/06/jogging-bunda-maria-small.jpg?w=70&#038;h=93" alt="" width="70" height="93" /></a>Di ujung taman, ada seorang ibu setengah baya yang sedang tertawa dengan begitu lantangnya. Rasaya seluruh jogging track penuh dengan suara tuh ibu doang…</span><span style="font-family:Wingdings;"><span>J</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sukacita ibu itu mengingatkan saya pada Elizabeth yang begitu penuh sukacita waktu Bunda Maria datang mengunjunginya. Kehadiran Maria begitu membuat Elizabeth bersukacita, sampai-sampai bayi dalam kandungannyapun melonjak kegirangan – padahal Maria belum ngomong apa-apa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tiba-tiba hati saya jadi on-fire sendiri. “Yang kayak gini inilah seharusnya para pewarta kita!” pikir saya. Bunda Maria menjadi seorang pewarta sukacita hanya dengan kehadiran dirinya. Tanpa kata-kata apapun, kehadirannya sudah menjadi kabar baik bagi Elizabeth dan bayi Yohanes. If we want to preach and share the Good News, then we have to be a good news to others first. Gimana kita bisa menjadi pewarta kabar baik, kalau kehadiran kita tidak disukai orang lain. Santo Fransiskus Asisi pernah bilang “Preach the Good News, with words if necessary”. Artinya pewartaan pertama-tama bukanlah dengan kata-kata, tapi dengan sikap hidup kita masing-masing. Kalau kita menjadi orang yang penuh sukacita Tuhan, kehadiran kita akan membawa sukacita bagi sesama. Now the issue is: Apakah kehadiran kita menjadi kabar baik bagi orang lain? Bagaimana kita bisa share the Good News about Jesus, kalau kehadiran kita saja sudah tidak dikehendaki orang lain, karena sikap kita yang tidak mencerminkan Kabar Baik itu sendiri… Bunda Maria adalah seorang pewarta sejati karena Ia membawa Yesus dalam dirinya, dan tanpa kata-katapun Ia sudah membagikan sukacita Tuhan. Pernah denger pepatah <em>action speaks louder than words</em>? Mother Mary is the loudest preacher and she is the most genuine preacher of the Good News, because first of all, she preaches with her life! Haleluya!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Artinya semua orang bisa menjadi seorang pewarta sejati seperti Maria, karena jadi pewarta bukan berarti harus berdiri di mimbar untuk mewartakan sukacita Tuhan. Yup, everybody can be a preacher of the joy of Christ: everybody like you and me.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Learn from Mother Mary!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kaos saya mulai basah kuyup. T-Shirt yang agak longgar mulai nempel di badan karena basah. Sambil melirik ke bawah, saya merasa bangga..he..he.. Sekarang udah ngga jaman six pack guys. Sekarang jamannya One Big Family Pack!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Dan sayapun lanjut<em>, … <span style="color:#ffc000;">terpujilah engkau di antara wanita…</span></em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">(Banyak orang bilang bahwa kalau kita memuji Maria, kita sedang menggantikan Yesus dengan Maria. Siapa bilang? Kalau kita memuji sebuah lukisan, sebetulnya yang sedang kita puji adalah pelukis yang begitu hebat karena bisa menciptakan lukisan yang sungguh indah. Gitu juga dengan memuji Maria. Waktu kita memuji Maria, kita sedang memuji kebesaran Yesus yang dengan hebatNya mencipta dan bekerja dalam diri seorang perempuan muda – bejana yang rapuh namun dipenuhi kuasa Tuhan untuk melahirkan keselamatan dan pengharapan bagi sorga dan dunia!)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/newspringtime.wordpress.com/50/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/newspringtime.wordpress.com/50/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/newspringtime.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/newspringtime.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/newspringtime.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/newspringtime.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/newspringtime.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/newspringtime.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/newspringtime.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/newspringtime.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/newspringtime.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/newspringtime.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=newspringtime.wordpress.com&blog=3368454&post=50&subd=newspringtime&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://newspringtime.wordpress.com/2008/06/23/peristiwa-sukacita-jogging-with-mother-mary-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9eb76c6dc47d2f3f289a6cc9fd332fb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vitaapostolica</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://newspringtime.files.wordpress.com/2008/06/jogging-bunda-maria-small.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Peristiwa Sukacita: Jogging with Mother Mary (3)</title>
		<link>http://newspringtime.wordpress.com/2008/06/23/peristiwa-sukacita-jogging-with-mother-mary-3/</link>
		<comments>http://newspringtime.wordpress.com/2008/06/23/peristiwa-sukacita-jogging-with-mother-mary-3/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 07:13:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riko ariefano</dc:creator>
				<category><![CDATA[By Riko]]></category>
		<category><![CDATA[bunda]]></category>
		<category><![CDATA[ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[jogging]]></category>
		<category><![CDATA[karismatik]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[maria]]></category>
		<category><![CDATA[rosario]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://newspringtime.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Setelah 10 kali Salam Maria, saya mulai membayangkan Santo Josef dan Bunda Maria yang lagi berjalan mencari tempat penginapan. Gila aja, Bunda Maria sudah hamil tua, di kandungannya ada juruselamat dunia, tapi gak ada tempat untuk melahirkan. Coba deh bayangin – Juruselamat dunia dan Mesias yang dinantikan selama ribuan tahun, sedang mencari tempat untuk dilahirkan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=newspringtime.wordpress.com&blog=3368454&post=49&subd=newspringtime&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><a href="http://newspringtime.files.wordpress.com/2008/06/jogging-bunda-maria-small.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-45" src="http://newspringtime.files.wordpress.com/2008/06/jogging-bunda-maria-small.jpg?w=70&#038;h=93" alt="" width="70" height="93" /></a>Setelah 10 kali Salam Maria, saya mulai membayangkan Santo Josef dan Bunda Maria yang lagi berjalan mencari tempat penginapan. Gila aja, Bunda Maria sudah hamil tua, di kandungannya ada juruselamat dunia, tapi gak ada tempat untuk melahirkan. Coba deh bayangin – Juruselamat dunia dan Mesias yang dinantikan selama ribuan tahun, sedang mencari tempat untuk dilahirkan, tapi gak ketemu! Oh no, what a disaster! Gimana rasanya jadi Josef ya? Saya ngebayangin istri saya sedang hamil tua, tapi harus berjalan melarikan diri dari pembunuhan bayi masal, dan gak ketemu tempat untuk melahirkan. Lebih parahnya adalah: Saya dikasih tanggungjawab untuk menjaga dan membesarkan bayi ini – yang adalah putera Raja di atas segala Raja! Hmmm… rusuh, bener-bener rasanya hati ini rusuh. Gimana rasanya jadi Bunda Maria yang dipercaya untuk melahirkan Mesias, tapi cuma mendapat tempat berupa kandang hewan yang hina dan kotor…</span><span style="font-family:Wingdings;"><span>L</span></span><span style="font-family:Calibri;"> Jujurnya saya ngga kebayang gimana perasaan mereka. Sedih? Happy? Ngerasa ngga layak? Hmm… Ngga kebayang.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tapi Tuhan punya berita baik untuk kita semua. Dia tidak memilih rumah mewah untuk turun ke dunia ini. Dia tidak memilih rumah sakit taraf internasional untuk dilahirkan. Dia tidak memilih konglomerat untuk menjadi keluarganya di dunia ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dia memilih orang-orang sederhana seperti Josef dan Maria untuk menjadi keluarganya. Dia memilih keadaan yang kacau balau dan penuh ketidakpastian untuk datang ke dunia ini. Dia memilih malam-malam yang gelap dan di tempat yang paling miskin untuk lahir dan hadir bagi kita semua – supaya kita semua selalu punya harapan bahwa di kegalauan dan keresahan hidup kita inilah Dia justru mau hadir. Kita tidak pernah sendirian di tengah-tengah luka dan air mata. Kita tidak pernah sendirian di tengah-tengah kemiskinan dan ketakutan. Kita tidak pernah sendirian di tengah-tengah ketidakberdayaan kita – sebab di tengah-tengah kegelapan ini semua, Yesus memilih untuk mau hadir dan tinggal bersama kita. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Friends, He is with us. He is with me. And He is with you. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pikiran yang melayang-layang membuat jalan sore menjadi tidak terasa. Sudah 6 putaran saya lewati, dan setiap Salam Maria rasanya menjadi semakin berarti – because I know that my Mother is with me, and she always leads me to Jesus.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">(Siapa bilang orang Karismatik gak menghormati Bunda Maria? Sejak saya terlibat di Pembaharuan Karismatik Katolik 17 tahun yang lalu, saya justru merasa semakin mencintai Bunda Maria. I don’t care what other people say, pokoknya she is indeed my beloved Mom!)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tiba-tiba saja saya disegarkan oleh percikan air dari surga!<span>  </span>What? Surga? Yes, di tengah-tengah hati saya yang sedang membayangkan Tuhan yang penuh kasih, tiba-tiba aja saya merasa ada siraman air sejuk dari atas. Waktu saya nengok, ternyata tukang siram taman yang salah arah semprot! Tapi puji Tuhan, lumayan ada air sejuk yang membasahi kaos saya yang memang sudah ngeplek-ngeplek bunyinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><em><span style="color:#ffc000;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">… dan terpujilah buah tubuhmu Yesus…</span></span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><em><span style="color:#ffc000;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"></span></span></span></em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/newspringtime.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/newspringtime.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/newspringtime.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/newspringtime.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/newspringtime.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/newspringtime.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/newspringtime.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/newspringtime.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/newspringtime.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/newspringtime.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/newspringtime.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/newspringtime.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=newspringtime.wordpress.com&blog=3368454&post=49&subd=newspringtime&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://newspringtime.wordpress.com/2008/06/23/peristiwa-sukacita-jogging-with-mother-mary-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9eb76c6dc47d2f3f289a6cc9fd332fb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vitaapostolica</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://newspringtime.files.wordpress.com/2008/06/jogging-bunda-maria-small.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Peristiwa Sukacita: Jogging with Mother Mary (4)</title>
		<link>http://newspringtime.wordpress.com/2008/06/23/peristiwa-sukacita-jogging-with-mother-mary-4/</link>
		<comments>http://newspringtime.wordpress.com/2008/06/23/peristiwa-sukacita-jogging-with-mother-mary-4/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 07:11:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riko ariefano</dc:creator>
				<category><![CDATA[By Riko]]></category>
		<category><![CDATA[bunda]]></category>
		<category><![CDATA[ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[gembira]]></category>
		<category><![CDATA[jogging]]></category>
		<category><![CDATA[karismatik]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[maria]]></category>
		<category><![CDATA[peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[rosario]]></category>
		<category><![CDATA[sukacita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://newspringtime.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Jadi pengikut Tuhan bukan berarti kita menjalani kehidupan yang serba beda dari A sampai Z. Waktu Jakarta banjir, saya pikir rumah saya bakal kering kerontang. Ternyata ngga tuh. Tetangga kanan banjir, tetangga kiri banjir, rumah saya pastinya gak mau ketinggalan dong.. ehm.  Maka batallah semua rencana saya selama beberapa hari. Tapi banjir ini juga memberkati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=newspringtime.wordpress.com&blog=3368454&post=48&subd=newspringtime&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><a href="http://newspringtime.files.wordpress.com/2008/06/jogging-bunda-maria-small.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-45" src="http://newspringtime.files.wordpress.com/2008/06/jogging-bunda-maria-small.jpg?w=70&#038;h=93" alt="" width="70" height="93" /></a>Jadi pengikut Tuhan bukan berarti kita menjalani kehidupan yang serba beda dari A sampai Z. Waktu Jakarta banjir, saya pikir rumah saya bakal kering kerontang. Ternyata ngga tuh. Tetangga kanan banjir, tetangga kiri banjir, rumah saya pastinya gak mau ketinggalan dong.. ehm.<span>  </span>Maka batallah semua rencana saya selama beberapa hari. Tapi banjir ini juga memberkati saya dengan pengalaman rohani yang memperkaya iman saya, karena saya tau saya berjalan melewati air ngga sendirian, tapi bersama Nabi Nuh dan Nabi Musa! (Cerita saya soal banjir ada di http://vitaapostolica.wordpress.com/2008/04/04/banjir-jakarta-2007/).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Anyway, sore ini saya lanjut memacu jantung lebih cepat dan melewati seorang Opa yang lagi latihan QiGong di ujung taman. Di sebelahnya ada seorang ibu yang lagi menggendong bayinya. Pikiran saya lalu melayang ke bayi Yesus yang sedang digendong oleh Bunda Maria menuju ke Bait Allah. Santo Josef berjalan di depannya sambil membawa burung merpati untuk dipersembahkan bersama dengan bayi Yesus. Hati saya bertanya-tanya: Kenapa sih bayi Yesus perlu dipersembahkan ke bait Allah? Bukannya bait Allah adalah milikNya? Mau juga Yesus yang mempersembahkan bait Allah kepada BapaNya, tapi kenapa justru Yesus yang dipersembahkan? Kalau Dia Tuhan, bukannya Dia seharusnya menjalani kehidupan yang beda dari A sampai Z, karena… ya pastinya karena Dia Tuhan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ada sebuah istilah yang akhir-akhir ini sering muncul di benak saya: The logic of love. Banyak hal yang ngga bisa dimengerti oleh rasio kita, karena alasannya hanyalah karena cinta. This is the logic of love. Karena Yesus begitu mencintai kita, Ia mau sungguh-sungguh menyatu dengan kehidupan kita manusia. <span> </span>Ia bersedia sungguh-sungguh menjalani hari-harinya sebagai manusia biasa – just like you and me, termasuk dipersembahkan di Bait Allah. Ia begitu mencintai kita sehingga Ia mau menyatu dengan pengalaman hidup kita sehari-hari. Kanak-kanak Yesus belajar jalan, belajar ngomong, belajar bilang “Papaaa…” dan bahkan dipersembahkan di bait yang sebetulnya adalah milikNya sendiri. Yesus mau make sure bahwa apapun keadaan yang seringkali kita harus terima dan alami, Dia juga mengalaminya. Kalau Yesus saja yang Tuhan bersedia merendahkan diriNya dan dipersembahkan di Bait Allah oleh Bunda Maria, maka kita semua juga diundang untuk memberikan diri kita ke pelukan dan gendongan Bunda Maria. Trust me, Mother Mary will also take us and offer us all in the Temple of God –just like Jesus. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Remember friends: Yesus begitu mencintai kita semua, sehingga Dia mau menyatu dengan hidup dan keadaan kita setiap hari. Dia tau gimana rasanya dicela, Dia tau gimana rasanya gak sabar menghadapi orang-orang tertentu di sekitarnya, Dia tau gimana rasanya dilukai oleh orang yang Dia cintai, Dia tau gimana rasanya kurang uang karena harga BBM yang naik terus, Dia tau gimana rasanya dikucilkan oleh teman-teman pelayanan sekalipun, dan Dia tau gimana rasanya terjebak macet hari Jumat di Jakarta, Dia tau… Dia tau.. pokoknya Dia tau semua yang kita alami. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">He loves me so much. He wants to be one with me, in me, and for me. This is the logic of love. He still loves me and wants to be united with me, walaupun saya penuh kelemahan dan dosa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><em><span style="color:#ffc000;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">… Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini…</span></span></span></em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/newspringtime.wordpress.com/48/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/newspringtime.wordpress.com/48/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/newspringtime.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/newspringtime.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/newspringtime.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/newspringtime.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/newspringtime.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/newspringtime.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/newspringtime.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/newspringtime.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/newspringtime.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/newspringtime.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=newspringtime.wordpress.com&blog=3368454&post=48&subd=newspringtime&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://newspringtime.wordpress.com/2008/06/23/peristiwa-sukacita-jogging-with-mother-mary-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9eb76c6dc47d2f3f289a6cc9fd332fb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vitaapostolica</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://newspringtime.files.wordpress.com/2008/06/jogging-bunda-maria-small.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Peristiwa Sukacita: Jogging with Mother Mary (5)</title>
		<link>http://newspringtime.wordpress.com/2008/06/23/peristiwa-sukacita-jogging-with-mother-mary-5/</link>
		<comments>http://newspringtime.wordpress.com/2008/06/23/peristiwa-sukacita-jogging-with-mother-mary-5/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 07:09:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>riko ariefano</dc:creator>
				<category><![CDATA[By Riko]]></category>
		<category><![CDATA[bunda]]></category>
		<category><![CDATA[ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[gembira]]></category>
		<category><![CDATA[jogging]]></category>
		<category><![CDATA[karismatik]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[maria]]></category>
		<category><![CDATA[peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[rosario]]></category>
		<category><![CDATA[sukacita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://newspringtime.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Bayangan di pikiran saya selanjutnya bikin hati saya bener-bener rusuh! Bayangkan kalau kita punya barang berharga yang sangat mahal – misalnya laptop dengan segala data-data pekerjaan dan dokumen pribadi – dan barang ini hilang! Atau waktu kita ke tempat parkir mencari mobil kita, ternyata mobilnya sudah ngga ada! Atau waktu mau get married, pas sebelum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=newspringtime.wordpress.com&blog=3368454&post=46&subd=newspringtime&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><a href="http://newspringtime.files.wordpress.com/2008/06/jogging-bunda-maria-small.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-45" src="http://newspringtime.files.wordpress.com/2008/06/jogging-bunda-maria-small.jpg?w=70&#038;h=93" alt="" width="70" height="93" /></a>Bayangan di pikiran saya selanjutnya bikin hati saya bener-bener rusuh! Bayangkan kalau kita punya barang berharga yang sangat mahal – misalnya laptop dengan segala data-data pekerjaan dan dokumen pribadi – dan barang ini hilang! Atau waktu kita ke tempat parkir mencari mobil kita, ternyata mobilnya sudah ngga ada! Atau waktu mau get married, pas sebelum Misa, ternyata mempelai wanita hilang! Oh no! Disaster! </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jangan takut friends, ada yang lebih disaster lagi. Bunda Maria pasti ngerti gimana rasanya, sebab dia juga pernah kehilangan. Kali ini kehilangannya ngga tanggung-tanggung: Dia kehilangan Anak Allah yang Maha Tinggi, Juruselamat dan satu-satunya harapan sorga dan dunia! Dia kehilangan seorang Mesias yang sudah dinubuatkan selama ribuan tahun oleh para nabi. Dia kehilangan Yesus anaknya, dan bahkan sampai 3 hari!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">(Saya sedang mencoba membayangkan seorang ibu dari Jakarta yang lagi pergi tour ziarah ke Sendangsono, lalu waktu lagi otw pulang, pas sudah sampai Jogya baru sadar bahwa anaknya yang baru umur 12 tahun ternyata tidak ada di rombongan. Kebayang gak sih rusuhnya ibu-ibu dan bapak-bapak yang panik karena bingung. “Coba telpon si pak Koster yang di paroki Promasan Sendangsono, siapa tau si Michael ketinggalan di situ”, “Pak Supir.. stop..stop… mau cek si Michael ada di bis belakang ngga?”, “Halo Ci Aling, si Michael ada di sana ngga, kok dia ngga ada di bis ike ya?” “Daddy, si Michael hilang, perlu lapor polisi ngga ya?”, “Coba kamu telpon atau SMS dia”, “Gak bisa Pap, gak ada sinyal, payah nih memang provider-nya”, “Huaaa…hua….Salam Maria penuh rahmat Tuhan sertamu…”, “Selamat sore Romo, mohon maaf, apakah anak saya Michael tertinggal di Gereja?”, “Ooo iya ini kami bersama frater-frater sedang diajarin teologi oleh si Michael di sini. Dia pinter lho!”, “What..???” )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Santo Josef dan Bunda Maria dengan hati yang besar dan tabah berjalan kembali menuju Bait Allah, dan di sana mereka melihat Yesus sedang berdiskusi dengan para ahli Kitab Suci. Ini pemandangan baru buat kedua orang tua yang sedang bingung itu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">But friends, I have good news for you. You can always find Jesus in the House of The Lord. Hari ini Dia hadir dalam rupa Roti Suci. Kita menyebutnya Blessed Sacrament, atau Sakramen Maha Kudus.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Setiap kali saya menghadapai challenging situation dalam hidup saya, setiap kali saya merasa perlu Tuhan, hati saya selalu rindu pada The Blessed Sacrament. Ada saat-saat dalam hidup<span>  </span>kita yang mana rasanya Tuhan begitu jauh. Ada momen-momen tertentu di mana satu malam terasa lebih gelap daripada malam-malam sebelumnya <span> </span>– <span> </span>dan Tuhan seakan hanya berdiri di kejauhan, jauh di luar jangkauan hati kita. Atau bahkan ada masa-masa yang rasanya Tuhan tidak dapat ditemukan di manapun juga (inget kan waktu baru diputusin pacar…ehm…).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pengalaman Bunda Maria mengundang kita untuk selalu kembali ke Bait Allah – because Jesus is always there, waiting for you and for me in the Blessed Sacrament. Sesungguhnya Dia ngga pernah ke mana-mana. Dia ngga pernah ninggalin kita sendirian. Dia berjanji untuk menyertai kita di segala keadaan hidup ini, bahkan sampai akhir jaman, dan Dia penuhi janjiNya dengan selalu hadir buat kita di gerejaNya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">The great grandeur of The Father’s majesty, the magnificent endless redemptive power of Christ Almighty, and the unending beauty of The Spirit of Love – semuanya hadir dan nampak dalam rupa Roti Suci yang sederhana dan begitu dekat dengan hidup kita, yaitu di paroki-paroki kita semua. Di sana, Dia menunggu kita untuk datang dan berbicara denganNya. Di atas altar, Dia menyatu dengan seorang Imam. Di balik mimbar, lewat seorang Imam Dia memberitakan hidup yang penuh sukacita dan pengharapan. Di dalam tabernakel yang sepi dan sunyi, Dia terus rindu untuk diundang masuk ke dalam tubuh kita saat Komuni Suci, dan bersatu dengan seluruh hati dan hidup kita. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">This is very important: Kalau kita semua sering merindukan dan menyambut Tubuh Kristus dalam Ekaristi, Dia akan memperbarui hidup kita semua dan seluruh wajah Gereja menjadi baru! </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hati saya berdegup cepat. Bukan karena lari-lari kecil sore ini, tapi karena saya merasa begitu excited membayangkan Tuhan yang selalu hadir buat saya. Tanpa sadar, saya sudah jogging dengan kekuatan penuh di putaran ke 10 sore ini. Siapa bilang berdoa Rosario itu membosankan? Pertama: tubuh saya disegarkan oleh jogging, kedua: jiwa saya diperbarui oleh peristiwa-peristiwa sukacita Bunda Maria, dan ketiga: roh saya serasa diangkat tinggi-tinggi bersama cinta Yesus yang ngga ada habis-habisnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hari ini, judulnya Jogging + Doa Rosario = Jatuh cinta pada Sakramen Maha Kudus. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">(Hidup kita + penyertaan Bunda Maria = dekat sama Tuhan Yesus)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Si ibu yang suaranya memenuhi seluruh track jogging sudah duduk di samping sambil makan lontong sayur seabreg-abreg. Si opa yang latihan QiGong sudah ngga tau ada di mana. Dan Si Oom yang lagi belajar jalan sehabis stroke sudah menuju mobil dituntun istrinya yang selalu murah senyum – this is also the logic of love.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Bersama Bunda Maria, mari kita semua berziarah menuju Rumah Tuhan. Di sana ada Yesus yang menanti kita semua. Bersama Bunda Maria, mari kita ajak seluruh generasi orang muda hari ini, untuk menimba cinta , sukacita, dan pengharapan dari Sakramen Mahakudus, supaya kita semua diubah menjadi the preachers of Good News – bukan cuma lewat kata-kata, tapi justru lewat kesaksian hidup kita yang memberi inspirasi buat seluuuuuuuruh dunia!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya berjalan menuju parkiran, nyalain mobil, dan nyetir pulang dengan hati penuh sukacita Tuhan. Semoga saya bisa terus belajar setia mencintai Tuhan dan sesama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><em><span style="color:#ffc000;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Sekarang dan waktu kami mati. </span></span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><em><span style="color:#ffc000;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Amin.</span></span></span></em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/newspringtime.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/newspringtime.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/newspringtime.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/newspringtime.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/newspringtime.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/newspringtime.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/newspringtime.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/newspringtime.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/newspringtime.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/newspringtime.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/newspringtime.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/newspringtime.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=newspringtime.wordpress.com&blog=3368454&post=46&subd=newspringtime&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://newspringtime.wordpress.com/2008/06/23/peristiwa-sukacita-jogging-with-mother-mary-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9eb76c6dc47d2f3f289a6cc9fd332fb3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vitaapostolica</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://newspringtime.files.wordpress.com/2008/06/jogging-bunda-maria-small.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>