Peristiwa Sukacita: Jogging with Mother Mary (1)

Hari ini saya berencana doa Rosario sambil jogging sore.

Sambil mengikat tali sepatu, saya mulai melihat-lihat apakah sore ini jogging track ramai atau sepi. Seperti biasa ada beberapa wajah yang sudah beberapa kali saya jumpai – seorang Oom yang sepertinya sedang proses pemulihan setelah stroke sedang belajar berjalan dibantu istrinya, seorang ibu yang sedang jalan santai, dan anak-anak kecil yang sedang bermain kejar-kejaran – yang ramenya minta ampun.

Setelah hampir dua putaran, saya mulai mendaraskan doa Aku Percaya dan lanjut dengan Bapa Kami. Kata seorang santo, Bunda Maria adalah jalan pintas menuju Yesus. Hmmm…pikiran saya mulai melayang ke masa waktu Bunda Maria menerima kabar gembira dari malaikat Gabriel. Saya membayangkan saat itu mungkin Bunda Maria sedang di dapur dan tiba-tiba munculah malaikat di dekat jendela “Salam hai engkau yang dikaruniai…” Bunda Maria berlutut. Detik-detik selanjutnya, seluruh penghuni sorga berdiam diri. Sorga yang biasanya penuh puji-pujian, kali ini diam seribu bahasa. Waktu seperti berhenti, dan keheningan menguasai seluruh penjuru langit. Seluruh sabda Allah yang maha kekal, semua janji yang sudah dinubuatkan selama ribuan tahun, dan segala harapan masa depan sorga dan dunia bertumpu pada kata-kata yang akan keluar dari seorang gadis kecil di desa Nazaret. Semua menanti-nantikan apa kira-kira yang akan diucapkan oleh gadis ini. Bagaimana kalau ia menolak? Bagaimana kalau ia pura-pura tidak mendengar? Bagaimana kalau…?

“Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu…”

Saya terus berlari kecil melewati beberapa orang yang sedang senam di pinggir taman, sambil mendengarkan gemuruh sorga di hati saya. Seakan-akan begitu jelas terdengar. Ada ribuan malaikat yang bersorak-sorai sambil berseru “Kerajaan Allah sudah dekat. Lihatlah – gadis Maria memilih untuk taat pada rencana Bapa. Keselamatan sudah datang di tengah-tengah kita semua. Ada harapan bagi sorga dan dunia…” Tanpa terasa ada senyum kecil di bibir saya. Hati saya penuh sukacita. Inilah ketaatan yang mengubah wajah dunia. Tuhan tidak memilih orang yang hebat untuk mengubah kebinasaan menjadi kekekalan. Catat yang satu ini: Dia memilih orang yang lemah seperti kita semua! Dan Dia tidak memilih orang yang sudah berumur karena pengalamannya, tapi Dia memilih seorang anak muda perempuan. Ketaatan Maria bukan saja pengharapan bagi semua ibu-ibu sedunia, tapi juga tanda bagi semua orang muda, bahwa Tuhan percaya pada kita semua!

(hmm maksudnya saya juga termasuk anak muda gitu… ehm)

Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu

Demikian hati saya terus melambungkan doa demi doa, dan kaki ini terus menapaki jogging track yang mulai penuh dengan pejalan kaki sore. 

~ by riko ariefano on June 23, 2008.

Leave a Reply